Langsung ke konten utama

KEBERHASILAN PT. BPR PENATARAN KABUPATEN BLITAR PERSERODA DALAM MENINGKATKAN PENYALURAN KREDIT MELALUI MARKETING SOCIALIZATION

 KEBERHASILAN PT. BPR PENATARAN KABUPATEN BLITAR PERSERODA DALAM MENINGKATKAN PENYALURAN KREDIT MELALUI MARKETING SOCIALIZATION


Lembaga keuangan merupakan salah satu sektor yang esensial untuk membantu masyarakat dalam memecahkan persoalan ekonomi rumah tangga. Pasalnya, masyarakat tentu butuh gelontoran dana dalam memenuhi kebutuhan mulai dari konsumsi ataupun produktif. Banyak dari masyarakat berbondong-bondong mengajukan kredit untuk bisa merangsang perekonomian keluarga khususnya dalam sektor riil. Kredit merupakan seseorang yang memungkinkan memperoleh uang dengan perjanjian untuk membayar sesuai waktu yang telah disepakati (Ratnasari, 2024).  Adanya potensi peluang besar bisnis di sektor keuangan menjadikan pihak pemerintah dan swasta berupaya untuk bermain di lembaga keuangan yang memiliki orientasi keuntungan yang fantastis di masa depan. Saat ini telah banyak jenis lembaga keuangan mulai dari tingkat mikro hingga besar yang siap bersaing secara kompetitif. Adapun jenis lembaga keuangan yang ada di Indonesia, meliputi BPR, Modal Ventura, Leasing, dan Perbankan. Adanya persaingan bisnis yang begitu ketat di lembaga keuangan tidak sedikit perusahaan sektor keuangan akhirnya colaps. Demi memenangkan persaingan untuk merebut pasar, banyak dari lembaga keuangan yang bertranformasi dari komersial menjadi syariah untuk merebut dan mengekpansi pasar muslim yang ada di Indonesia. Di tengah-tengah pertarungan yang sangat pesart di tingkat bank umum, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga tidak ingin kalah dalam percaturan persaingan di tingkat pasar keuangan. Maka dari Itu banyak inovasi dan kreativitas yang dikerahkan oleh BPR dalam meningkatkan penjualan produk kredit dan memperbanyak jumlah nasabah. Salah satu studi kasus yang menarik untuk di ulas adalah PT. BPR Penataran Kabupaten Blitar Perseroda.


PT. BPR Penataran Kabupaten Blitar Perseroda merupakan lembaga keuangan  milik pemerintah Kabupaten Blitar  (BUMD) yang bergerak di sektor perbankan. PT. BPR Penataran menyediakan layanan kredit yang fleksibel untuk pelaku UMKM, Pegawai Pemerintah, dan kebutuhan konsumsi pribadi masyarakat. Namun menariknya lembaga keuangan ini sempat hampir mati suri diakibatkan kinerja perbankan yang rancu dan tidak maksimal. Pada akhirnya BPR Penataran Kabupaten Blitar mampu bangkit dari keterperukan mulai tahun 2025 yang didukung oleh strategi yang epik dari pihak manajerialnya, yakni menggunakan Sosialisasi Pemasaran (marketing socialization). Sosialisai pemasaran merupakan upaya untuk memperkenalkan dan menyebarkan informasi perihal edukasi terhadap pengetahuan produk agar masyarakat bisa memahami secara detail dan mendalam terkait informasi produk yang telah disampaikan (Aksibukartini, 2024). BPR Penataran sendiri sedang gencar dalam memasarkan fasilitas produk kreditnya dengan cara mensosialisasikan pengetahuan produk kredit kepada calon nasabah secara massal. Biasanya BPR Penataran mensosialisasikan dengan cara penetrasi segmen pasar sesuai jenis produk kredit. Contohnya tenaga penjualan dari BPR Penataran melakukan pendekatan dengan kepala sekolah dan guru di sekolah-sekolah tingkat SDN, SMP, SMKN sesuai produk kredit Sertifikasi Guru, kemudian melakukan pendekatan dengan Kepala Dinas dan pegawai pemerintah terkait untuk produk kredit PNS, selain itu juga melakukan pendekatan hubuingan dengan ketua organisasi UMKM di berbagi wilayah untuk produk kredit produktif dan masih banyak lagi. Bahkan hampir semua sekolah-sekolah Blitar Raya telah dikunjungi oleh BPR Penataran untuk menjaring pasar dari para guru honorer sertifikasi dan PPPK.

Belum lagi, BPR Penataran telah banyak kerjasama dengan Kepala Dinas di Lingkungan Kabupaten Blitar dengan harapan seluruh pegawai negeri menggunakan kredit dari BPR Penataran Kabupaten Blitar Perseroda. Ditambah semakin gencarnya dalam memperkenalkan produk kredit produktif ke pelaku UMKM menjadi peningkatan volume penjualan baru bagi nasabah kelolaan milik BPR Penataran Kabupaten Blitar. BPR Penataran dalam mensosialisasikan fasilitas produk kreditnya di tingkat sekolah biasanya dengan membuat schedule perkumpulan dengan para ikatan guru TK, ikatan Guru SD, Ikatan Guru SMA agar bisa ikut andil menyelipkan agenda sosialisasi produk kredit dari BPR Penataran dengan harapan lebih efektif dan efisian dalam menjaring nasabah. Walaupun konsep sosialisasi pemasaran ini tujuannya bukan lebih cepat mendapatkan nasabah, tetapi lebih memberikan pengetahuan produk kredit kepada calon nasabah agar para masyarakat bisa teredukasi perihal produk kredit dari BPR Penataran. Selain itu juga banyak dari tenaga pemasaran BPR Penataran yang mendapatkan nasabah sekaligus pasca acara sosialisasi tersebut. Meski jumlah calon nasabah yang mengambil fasilitas kredit kisaran 1-3 orang diantara 20-30 orang yang menjadi peserta sosialisasi tersebut. Namun demikian itu menjadi keberhasilan BPR Penataran Perseroda dalam menjaga peforma kinerja perusahaan khususnya dalam bidang penjualannya. Adanya sosialisasi pemasaran tidak hanya sekedar mendapatkan nasabah dan memberikan pengetahaun produk bagi masyarakat, tetapi juga mampu membangun citra perusahaan dalam jangka panjang. Dari hasil penelitian ini membuktikan strategi marketing socialization sangat tepat diaplikasikan daalam memberikan pendidikan product knowledge, peningkatan penjualan, dan membangun branding jangka panjang. Hasil ini juga diperkuat dari penelitian Maysaroh, 2024 yang menyatakan bahwa adanya sosialisai pemasaran UMKM di Desa Srowo mampu memberikan edukasi kepada calon konsumen sehingga lambat laun akan berdampak pada peningkatan omset penjualan.


Penulis: Hendri Budi Santoso, S.M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR Instansi di sektor jasa dalam operasionalnya selalu memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penerima layanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk indikator untuk memastikan pelayanan yang diberikan susuai SOP. Kualitas pelayanan merupakan suatu ukuran tingkat pelayanan yang mampu diberikan sesuai harapan masyarakat (Marianus, dkk, 2022). Apalagi instansi   yang cakupannya dalam pelayanan publik tentu wajib memperhatikan kepuasaan masyarakat. Menurut Kotler (dalam Febrianto, 2023) kepuasan masyarakat adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul dalam diri seseorang atas persepsi yang terbentuk dari perbandingan hasil kinerja dengan harapan yang diinginkan sebelumnya.     Kepuasaan masyarakat sendiri bagian dari output keberhasilan isntansi dalam memberikan pelayanan kepada publik maka perlu penerapan excellent service perihal pelaksanaan pelayanan prima. P...

PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025

  PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025 Program makan bergizi gratis (MBG) adalah program strategis nasional yang dicanangkan oleh presiden RI ke 8 yang bertujuan untuk meningkatkan SDM   para generasi muda dengan   memperbaiki gizi anak dan ibu hamil dengan harapan generasi bangsa bisa lebih cerdas, produktif dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik melalui kontribusi pelaku UMKM dan peningkatan lapangan kerja. Program ini terbilang bagus, sebab ini bagian respon langsung terhadap berbagai tantangan nutrisi bagi anak-anak dan remaja yang kekurangan gizi. Berdasarkan data survey Status Gizi   Indonesia (SSGI) yang mencatat adanya penurunan stunting nasional dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8 % pada 2024. Meski ada penurunan pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stanting nasional menjadi 14,2 % pa...

FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

  FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH Sekarang ini pemasaran online bukan lagi menjadi hal asing bagi masyarakat Indonesia terkhusus untuk pengusaha yang berskala mikro, kecil, menengah dan besar yang bersama-sama berupaya untuk memanfaatkan media digital sebagai instrumen untuk mengaplikasikan strategi pemasaran baru yang memiliki banyak peluang untuk memperluas dan menguasai pasar lokal dan dunia. Pemasaran online sendiri sudah tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan sosial dimana hampir seluruh masyarakat indonesia menggunakan media digital sebagai media efektif untuk melakukan penjualan dan pembelian berbagai jenis barang mulai baju, furniture, elektronik, makanan, minuman dan sebagainya. Adanya trend permintaan yang tinggi terhadap pembelian secara online tentu bisa menjadi cara   untuk meningkatkan omset penjualan. Adapun pemasaran online yang sering digunakan oleh para pembi...