TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR
TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO
WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR
Instansi di sektor jasa dalam
operasionalnya selalu memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penerima
layanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk indikator untuk memastikan pelayanan
yang diberikan susuai SOP. Kualitas pelayanan merupakan suatu ukuran tingkat
pelayanan yang mampu diberikan sesuai harapan masyarakat (Marianus, dkk, 2022).
Apalagi instansi yang cakupannya dalam pelayanan
publik tentu wajib memperhatikan kepuasaan masyarakat. Menurut Kotler (dalam
Febrianto, 2023) kepuasan masyarakat adalah perasaan senang atau kecewa yang
muncul dalam diri seseorang atas persepsi yang terbentuk dari perbandingan
hasil kinerja dengan harapan yang diinginkan sebelumnya. Kepuasaan masyarakat sendiri bagian dari
output keberhasilan isntansi dalam memberikan pelayanan kepada publik maka
perlu penerapan excellent service perihal pelaksanaan pelayanan prima.
Penerapan excellent service tidak semata merta mudah direalisasikan sebab
banyaknya perspektif dari masyarakat
yang menuntut kesempurnaan dari berbagai
lini pelayanan agar apa yang dikorbankan sesuai dengan manfaat yang diterima. Maka
dari itu, banyak dari Instansi Publik berkompetisi untuk mengimprovisasi
layanan agar sesuai dengan ekpektasi masyarakat.
Salah satu contoh studi kasus di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang
selalu mengupayakan pemberian pelayanan terbaik bagi pasiennya. Perlu diketahui
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi merupakan rumah
sakit umum milik Pemerintah Kabupaten Blitar yang berkomitmen untuk
meningkatkan sarana dan prasarana muktahir dan pemberian pelayanan yang berfokus
pada kepuasaan pelanggan, Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSUD Ngudi
Waluyo Wlingi mengungkapkan bahwa pelayanan yang dilakukan di RSUD Ngudi Waluyo
Wlingi rata-rata menurut pasien atau keluarga pasien terbilang sangat baik. Hal
ini bisa dilihat dari beberapa indikator mulai dari persyaratan, sistem
mekanisme, waktu penyelesaian,, Tarif, Produk layanan, kompetensi pelaksana,
Perilaku pelaksana, dan sarana prasarana pendukung. RSUD Ngudi Waluwo Wlingi dalam pelayanan mayoritas selalu memberikan informasi persyaratan
pelayanan kepada pasien disetiap unit pemeriksaan melalui publikasi (
poster, papan) atau penginformasian secara langsung dari petugas. Selain itu
juga tidak lupa setiap petugas memberikan informasi prosedur dan alur pelayanan
kepada pasien agar pasien mengetahui alur pelayanannya dengan baik.
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi juga menghimbau
kepada setiap pegawai untuk memberikan pelayanan sesuai SOP tanpa kecurangan
dan itu juga telah dilakukan dengan baik di Lapangan. Petugasnya dalam melayani
pasien juga mengutamakan kecepatan dalam administrasi, pemeriksaan, dan
pengobatan agar pasien tidak harus menunggu
lama di tempat tunggu. Selain itu dari segi biaya untuk tipe pasien umum
rata-rata mengeklaim harganya cukup ekonomis sehingga tidak membebani ekonomi
masyarakat. Perlu diketahui pengguna tipe pasien BPJS sangat mendominasi di
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi itu membuktikan bahwa claim BPJS sangat lancar untuk
memberikan biaya gratis kepada pasien sesuai tingkatan kelas. Dari pada itu,
perlengkapan obat cukup lengkap dan
sesuai dengan pesanan pasien hal ini karena ada 3 Unit Farmasi yang siap untuk
memenuhi pesanan obat dari pasien. Petugas RSUD NGudi Waluyo juga dianggap
memiliki keterampilan, kecermatan, dan teliti dalam memberikan pelayanan kepada
pasien. Petugas pelayanan juga memiliki sikap sabar, ramah,,dan sopan apalagi
selalu bersedia memberikan konsultasi secara jelas dan detail kepada pasien
sehingga pasien/keluarga pasien bisa memahami informasi dengan baik.
Pegawai RSUD Ngudi Waluyo juga
memberikan keadilan tanpa adanya diskriminasi kepada semua tipe pasien BPJS
ataupun pasien umum dan terkadang beberapa petugas di unit pemeriksaan juga
memberikan informasi perihal kotak
pengaduan dan saran. Kalau di lihat dari segi kondisi bangunan RSUD
Ngudi Waluyo menurut banyak pasien cukup memadai sebab RSUD dari tahun ke tahun
melakukan perbaikan dalam mengoptimalkan pelayanan. Bahkan juga didukung secara
lengkap terkait fasilitas pendukung,seperti toilet, kursi roda dll. RSUD Ngudi
Waluyo Wlingi telah membuktikan bahwa
kepuasaan masyarakat bagian dari prioritas utama dengan menunjukan perbaikan
pelayanan jasa, sarana dan prasarana secara Kontinue. Namun disisi lain, RSUD
Ngudi Waluyo Wlingi juga perlu beberapa perbaikan untuk kedepan agar pelaksanaan
pelayanan bisa lebih maksimal. Adapun
beberapa problematika yang perlu diperbaiki, yakni adanya beberapa petugas di poli jantung yang kurang
ramah dalam melayani pasien, ketersediaan kursi ruang tunggu terbatas di Poli
Jantung dan Klinik Paru-Paru, Adanya keterlambatan dari petugas dalam pemberian
kursi roda kepada pasien Klinik Paru-Paru.
Terkadang waktu tunggu di Lap.Patologi
sedikit lama ketika mengalami antrian di
Pagi Hari dan juga terkadang telat dalam menyediakan kursi roda bagi
pasien, Kuantitas mobil jenazah masih terbatas, tempat parkir di dekat gedung
baru dan di depan dekat loket pintu keluar banyak dikeluhkan masyarakat karena
lahan kurang luas dan tidak ada atapnya, ada beberapa petugas pelayanan di
kamar rawat inap Arimbi masih lambat, aturan pelayanan (administrasi dan alur
pelayanan yang sering berubah-ubah,
Waktu tunggu di Unit Radiologi sedikit lama,
terkadang beberapa unit klinik petugasnya tidak memberitahukan informasi
perihal pengaduan dan kotak saran untuk jalur aspirasi keluh kesah pasien,
Tempat duduk di unit Radiologi terbatas, beberapa pasien mengalami kendala
dalam pendaftaran sistem online di beberapa unit klinik, distribusi pelayanan
data di klinik bedah terkadang lambat dan toiletnya kotor jamuran yang dekat
unit klinik bedah, toilet di rawat inap ruang nakula sabunnya sering habis, toilet
di dekat IGD ada yang rusak dan kadang ada petugas IGD yang melayani
sedikit lambat, Sanitizernya di
ruang nakula no 6 sering kekurangan
stock, terkadang ketika melakukan penebusan obat di farmasi untuk kelengkapan
obatnya terkadang ada yang kurang, ruangan
scan diagnosa di Radiologi sempit, sabun toilet di ruangan bima terkadang tidak tersedia.
Toilet di lab Patologi sering tidak
adanya sabun, tanpa melampirkan surat rujukan pasien tidak bisa dilayani di Lab
Patologi, lingkungan RSUD kurang penghijauan, petugas pelayanan di Klinik bedah
terkadang sedikit lambat ketika melayani pasien yang kontrol, tidak ada air
minum gratis bagi keluarga pasien di Lab Patologi, Akses wifi di Lab
Patologi kurang dan waktu tunggu hasil lab sedikit lama, ada beberapa pasien di
rawat inap Kresna tidak di beritahu perihal biaya kelas padahal pasien tipe
umum, selain itu ruangan di gedung baru itu dindingya yang belakang pojok berongga yang berpotensi
virus dari pasien kamar sebelah bisa masuk lewat rongga dinding tersebut, ada
beberapa pengeras suara yang ada disepanjang ruangan sub klinik suaranya sangat
keras sehingga jadi tumpang tindih suara yang membuat pasien rancu dalam
mendengarkan panggilan antrian dari petugas, ada beberaapa menu snack agar-agar
terlalu manis di rawat inap Kresna, toilet di kamar rawat inap kresna no 3 (pintu
toilet tidak bisa dikunci, tidak ada tisu, dan tidak ada gantungan baju, waktu
tunggu administrasinya lama), toilet kamar rawat inap bima tidak tersedia
sabun, pintu toilet di dekat IGD tidak bisa dikunci, waktu tunggu hasil Lab
Ubsgyn sedikit lama, Dekat ruang inap Punta Dewa tidak tersedia toilet luar
bagi keluarga pasien, jumlah kursi roda di rawat inap Wisnu kurang memadai, ada
petugas wanita unit IGD ketika berbicara dengan pasien dengan nada kasar, Waktu
tunggu di Poli syaraf sedikit lama dan kurangnya jumlah dokter syaraf, waktu
tunggu di klinik anak sedikit lama, petugas
farmasi loket 3 kurang memberikan penjelasan kegunaan jenis-jenis obat
kepada pasien.
Toilet luar dekat gedung baru (kotor,
lantai pecah, dan pintu mau terlepas, ruang tunggu di farmasi Arjuna sedikit
sempit, BPJS kelas 1 tidak bisa diklaim ketika keadaan pasien tidak dalam
kondisi darurat, toilet dekat klinik mata tidak bisa dikunci, setiap hari senin
jumlah kursi roda di dekat farmasi loket
3 kurang memadai jumlahnya, ruangaan dekat klinik jiwa warna dindingnya
ada yang memudar, dan lingkungan di unit Stroke Center tidak tersedia toilet umum di luar. Itulah
kekurangan dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang perlu diperbaiki ke depannya agar
masyarakat yang berobat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan mampu meningkatkan
reputasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
sebagai rumah sakit yang terbaik di mata masyarakat kabupaten Blitar.


Komentar
Posting Komentar