DERETAN KIOS ISTANA GEBANG MENJADI LADANG MATA PENCAHARIAN NAFKAH MASYARAKAT LOKAL DI KOTA BLITAR
Istana
gebang merupakan destinasi wisata sejarah andalan di Kota Blitar. Istana gebang
ini merupakan rumah dari keluarga Bung Karno yang berlokasi di Jl. Sultan Agung
Kel. Bendogerit, Kec. Sananwetan, Kota Blitar. Bangunan ini bukan hanya
memiliki nilai historis sebagai situs sejarah yang menjadi daya tarik oleh para
pengunjung tetapi juga sebagai tempat untuk perputaran roda ekonomi bagi pelaku
usaha lokal Blitar demi memperjuangkan nasib agar bisa menghidupi seluruh
keluarganya. Istana gebang sendiri juga memiliki deretan kios yang tertata rapi
secara horizontal di sebelah kanan rumah masa kecil bung karno. Area kios ini
memiliki beberapa fasilitas mulai dari
tempat parkir yang luas, wifi dari Pemkot, dan Kamar mandi yang jaraknya
tidak jauh dari area tersebut. Jumlah deretan
kios tersebut kurang lebih sekitar 10-11 kios yang digunakan oleh masyarakat
untuk berdagang aneka ragam makanan mulai dari minuman kopi, es segar, nasi
pecel, nasi krengsengan, nasi telur sambal, baju, dan aneka jajanan khas Kota
Blitar. Adanya fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Blitar mampu memberikan
peluang bagi masyarakat lokal Blitar untuk mengais rezeki dengan cara berdagang.
Terlebih lagi dengan adanya akomodasi tersebut mampu membentuk wadah pusat
ekonomi tradisional disekitaran wisata Istana Gebang. Sehingga mampu
meningkatkan para pengunjung pariwisata
yang ada di Istana Gebang.
Adanya
fasilitas kios bagi pelaku usaha tentu mampu menghidupkan perekonomian di area
sekitar wisata Istana Gebang yang memberikan kenyamanan bagi para wisata untuk
bersantap dan bersantai di kios para pedagang yang akan memberikan pengalaman
akan kuliner khas Blitar. Selain itu di kios tersebut juga terdapat bangku
kursi meja yang luas dengan jumlah tempat duduk yang memadai yang tentunya bisa digunakan untuk duduk
bersantai bersama teman dan keluarga setelah berkunjung dari destinasi Istana
Gebang. Walaupun kios di Istana Gebang tampak sederhana dan mirip warung makan
kelontong, tetapi cita rasa dan harga menjadi konsistensi bagi para pengunjung
untuk semakin ingin berlama-lama dan ingin membeli banyak produk Khas Blitar. Perlu
diketahui untuk bisa berjualan di kios tersebut, masyarakat wajib menyewa kios
ke Pemkot dengan harga Rp 150.000 per Bulan. Menurut salah satu pelaku usaha
yang ada di kios tersebut bahwasanya harga sewanya tidak terbilang mahal sebab diimbangi
dengan volume penjualan yang lumayan tinggi. Pelaku usaha yang berjualan di
kios Istana gebang tersebut rata –rata mendapatkan omset kisaran Rp 500 ribu-
Rp 1 Juta per hari Cuma itu tergantung dari lama jam operasional, banyaknya
pelanggan, dan hari-hari tertentu.
Kios
Istana gebang biasanya terbilang ramai ketika pada hari Jumat sejak pagi hari.
Jadi sangat terbalik dari kondisi rata-rata tempat nongkrong yang ramai ketika
menjelang weekend. Kios ini kalau malam minggu malah sepi pengunjung. Para
penjual di Istana Gebang biasanya berjualan mulai jam 06.00-15.00. Namun ada
juga pelaku usaha yang berjualan hingga dini hari kisaran jam 02.00. Namun
ketika berjualan sampai malam hari tentu potensi omset per hari akan meningkat
sebab itu juga bagian moment yang tepat dimana banyak dari para pengunjung yang
sering nongkrong di malam hari. Selain itu di Istana Gebang juga sering adanya
event seperti jaranan, fashionshow dan lain-lain yang mampu mendongkrak tingkat
penjualan di kalangan para pedagang. Para pedagang juga menerapkan fasilitas
pembayaran secara digital melalui QRIS yang telah dibantu oleh Bank Mandiri.
Sehingga ini membuktikan bahwa para pedagang di Istana Gebang juga telah
beradaptasi untuk mengikuti sistem pembayaran berbasis digital (Payment
Digital).

Komentar
Posting Komentar