PENGENAAN DISKON BERKALA BERPOTENSI MEMPAILITKAN UNIT BISNIS
Dalam persaingan bisnis yang semakin
kompetitif banyak dari pelaku usaha melakukan berbagai strategi untuk bisa
memenangkan pasar dengan menggait banyak pembeli. Adanya pembeli menjadikan
usaha lebih prospek untuk meraih keuntungan, sebab pembeli bagian dari aset
perusahaan. Maka dari itu pemilik bisnis secara masif menerapkan berbagai
strategi pemasaran, salah satunya menetapkan diskon. Diskon salah satu strategi pemasaran yang sering digunakan oleh
pelaku usaha dalam meningkatkan penjualan dan membangun loyalitas. Menurut
Hidayat dan Riofita (dalam Sonata, 2019)
diskon merupakan strategi pengurangan harga produk pada periode yang telah
ditetapkan untuk meningkatkan pembelian dan perhatian konsumen. Adanya diskon
memicu percepatan perilaku konsumen untuk membeli produk tertentu dari pada
memilih produk tanpa rabat. Apalagi adanya persaingan bisnis yang pesat membuat
banyak perusahaan menawarkan diskon agresif untuk memberikan harga terbaik bagi
konsumen. Menurut data Kompas.Com menyatakan bahwa 51 % konsumen yang
berbelanja di e-commerce masuk kategori
discount seekers,artinya konsumen
berbelanja didorong dengan berbagai tawaran diskon. Sedangkan 25 % konsumen yang need-based customer (beli sesuai kebutuhan).
Menurut
penelitian dari Hidayat (2024) menunjukan diskon memicu konsumen untuk
melakukan pembelian impulsive.
Sehingga penerapan diskon sangat berdampak pada pengembangan bisnis. Disisi
lain pengaplikasian diskon secara berulang
juga berdampak negatif bagi kontinuitas operasional usaha sebab akan berpotensi membuat perusahaan gulung
tikar. Kebangkrutan usaha adalah suatu kegagalan dalam operasional usaha sebab
terjadi intensitas likuiditas yang minim yang berimplikasi pada ketidakmampuan
perusahaan dalam menggerakan roda perusahaan (Ervita dana Fatima, 2015). Meskipun
diskon sebagai cara efektif meningkatkan prospek peningkatan kuantitas
pelanggan. Namun faktanya, adanya diskon menguras margin laba dan menggerus
citra brand perusahaan. Apalagi penerapan diskon ini dilakukan secara berkala
tentu sangat tidak baik bagi kesehatan operasional usaha. Ketika pelaku usaha
sering melakukan diskon 10%-30% memang akan menarik pelanggan untuk tahapan
awal tetapi untuk jangka panjang akan membuat konsumen kurang tertarik dengan
promo tersebut, sebab konsumen butuh diskon yang lebih besar kalau tidak
dipenuhi akan beralih ke entitas usaha lain.
Pada akhirnya, perusahaan memperbesar
diskon menjadi 40 % dan dilakukan secara masif. Namun ketika pelaku usaha
sering memberikan diskon dengan nominal besar bukan malah untung tapi malah buntung
karena semakin lama akan menggerus margin keuntungan dari setiap produk dan
berefek pada tidak mampu menutup biaya produksi. Perlu diketahui semakin sering
perusahaan memberikan diskon secara berulang kali tentu akan terjebak dalam
roda hamster diskon, artinya perusahaan disuruh untuk menggait banyak pelanggan
dengan menawarkan diskon secara berkala yang membuat kondisi perusahaan sibuk melayani
pelanggan tetapi sesungguhnya tidak pernah mencapai kemajuan laba yang optimal.
Selain itu penerapan diskon terlalu berlebih juga mengakibatkan rendahnya citra merek, sebab sebagian masyarakat menganggap harga inexpensive cenderung memiliki kualitas produk yang rendah. Adanya
diskon berkala juga mengakibatkan menurunnya pembelian atas produk. Hal ini
terjadi karena ketika diskon yang sering dilakukan sebelumnya berhenti tentunya
konsumen akan berhenti membeli barang.
Bahkan sering menerapkan diskon juga
akan memicu perang harga, sebab ketika perushaan sering memberikan potongan
harga bisa jadi perusahaan lain tidak ingin kalah dengan memberikan potongan
harga serupa. Pada akhirnya perang harga terjadi dan profit semua usaha menjadi tergerus
dan juga berdampak pada stok barang yang rancu, sebab adanya potongan harga
membuat demant poduk menjadi
meningkat drastis dan sulit diprediksi yang memicu terjadinya ketidakjelasan dalam menentukan stock barang di gudang terlebih lagi juga adanya
penurunan laba membuat tidak bisa
mengcover biaya-biaya pembelian produk yang membengkak dan lambat laun akan
membuat perusahaan mengalami kegagalan dalam sistem operasional akibat
kekurangan laba secara signifikan dan meningkatnmya biaya” operasional. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dari studi
pustaka menyatakan penerapan diskon secara berulang akan mengakibatkan
kebangkrutan usaha sebab tidak bisa mempertahankan keberlanjutan operasional
usaha akibat pemberlakuan diskon secara berulang dan tidak imbangi dengan kualitas produk.
Penulis: Hendri Budi Santoso, S.M
Komentar
Posting Komentar