EFEKTIFITAS PROGRAM CAR FREE DAY (CFD) SEBAGAI PENERAPAN MARKETING EVENT TERHADAP KEBERHASILAN USAHA UMKM DI KOTA BLITAR
EFEKTIFITAS PROGRAM CAR FREE DAY (CFD) SEBAGAI PENERAPAN MARKETING EVENT TERHADAP KEBERHASILAN USAHA UMKM DI KOTA BLITAR
Saat
ini Kota Blitar mengalami kenaikan pertumbuhan sektor usaha mikro kecil, dan
menengah pada 2025. Pemkot Blitar sedang berupaya untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Hal ini dilakukan
semakin pesatnya pertumbuhan pelaku UMKM di wilayah Kota Blitar. Menurut Dinkop
Kota Blitar menyatakan jumlah UMKM pada 2024 menjadi 22.094 unit lebih tinggi
dari pada 2023 sekitar 14.734. Bahkan diprediksi total UMKM pada 2025 dikisaran 30 ribu lebih. Meskipun terdapat pertumbuhan yang memberikan optimisme
baru, tetapi terdapat kekhawatiran terkait keberlanjutan sektor ini ke depannya. Biasanya pelaku usaha yang
telah menjalankan operasional usahanya dan mengalami penurunan penjualan tidak
ada 2 bulan pasti menutup gerainya dengan alasan kekurangan modal, minimnya
omset, dan berkurangnya permintaan terhadap produk tersebut.
Maka
dari itu, Pemkot Blitar hadir mencanangkan event mingguan sebagai wadah pemasaran
untuk meningkatkan omset penjualan UMKM
melalui Program Car Free Day yang diadakan setiap seminnggu sekali. Program Car Free day Kota Blitar merupakan program yang digagas oleh Mas Ibin (Wali Kota Blitar) yang bersinergi dengan Dishub, satpol PP, dan pelaku Umkm dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat, mengurangi polusi udara, mengurangi ketergantungan kendaraan bermotor, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan memberdayakan pelaku Umkm. Program Car Free Day (CFD)_ merupakan program
untuk melakukan kampanye untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi
di sepanjang jalan perkotaan dengan
membebaskan jalan raya dari pengguna kendaraan bermotor (sepeda motor dan
mobil) yang berguna untuk mengurangi pencemaran udara dan mendisplinkan
masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan umum atapun sepeda onthel
(Wahyunigtyas, 2024). Program ini selain digunakan sebagai pengurangan polusi udara juga digunakan sebagai instrumen promosi bagi merek pelaku usaha melalui pemanfaatan lokasi stand usaha
yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Blitar yang bisa disebut Marketing
Event. Menurut Jalil (2018) event
marketing adalah wadah untuk melakukan pemasaran brand produk dengan menjalin
hubungan intensif dengan para pengunjung. Adanya program CFD yang dilaksanakan setiap minggu pagi tentu selain sebagai tempat untuk
olahraga (senam, jogging) dan refreshing, program CFD ini juga digunakan
sebagai ruang promosi bagi pelaku UMKM sebab harapannya dengan memanfaatkan
event ini para pelaku usaha bisa meningkatan omset penjualan dan pendapatan
bersih dengan menjaring para pengunjung yang hadir dalam Car Free Day.
Menurut
salah satu pelaku UMKM adanya event CFD ini memberikan pertumbuhan penjualan
yang signifikan dari pada hari hari biasa. Misalkan diasumsikan dalam satu kali event jumlah pengunjung 40.000 orang dengan pengeluaran setiap individu Rp 30.000 maka jika total pengunjung melakukan transaksi dalam satu kali event perputaran
transaksi di CFD diperkirakan bisa mencapai 1,2 Milliar Per Hari. Sedangkan jika dari total keseluruhan pengunjung yang melakukan pembelian hanya 50 persen maka total perputaran transaksi diperkirakan Rp 600 juta per satu kali pelaksanaan event. Selain itu pelaku Usaha
rata-rata mendapatkan omset 100-200 ribu selama 3 jam kerja. Ini membuktikan bahwa Program Car Free Day sangat berdampak
pada peningkatan omset penjualan, volume kuantitas penjualan produk, dan Net
income. Selain itu pelaku UMKM biasanya berjualan di 3 titik area CFD yakni di
Sepanjang Jl. Kenanga, Jl, Merdeka, dan Jl. Seruni. Namun diantara 3 titik
tersebut yang paling ramai di Jl. Seruni yang disebut pasar rakyat, sebab
dilokasi itu jumlah kuantitas pelaku usaha ada kisaran 100-150 unit stand yang
menjual berbagai aneka ragam produk, seperti kebab, cepres, ayam geprek,
Minuman jus, hambuger, Kue Tar, sempol dan lain-lain. Hal itu yang menyebabkan
sejak pagi CFD dimulai, stand-stand
tersebut sudah dipadati oleh pengunjung yang ingin membeli cemilan dan minuman. Perlu diketahui jika
dibandingkan tingkat pengunjung yang ada di 3 titik Lokasi UMKM tersebut yang
paling ramai di JL. Seruni Kota Blitar.
Adapun
faktor yang mendongkrak pertumbuhan omset penjualan pelaku UMKM di Car Free Day
Kota Blitar, yakni adanya jumlah pengunjung yang banyak dari berbagai kalangan
(anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua), adanya sub event (Senam Germas
di pusat kota Blitar dan
pemeriksaan kesehatan) yang meningkatkan
pengunjung CFD, para pelaku usaha banyak menjual aneka ragam produk yanag
diminati oleh masyarakat, tersedianya fasilitas umum yang memadai yang membuat para
pengunjung berlama-lama di CFD yang berpotensi melakukan repeat order,
lokasinya strategis (Banyak masyarakat yang lalu lalang), mendapatkan dukungan dari pemerintahan kota Blitar melalui penyediaan ruang stand untuk
berjualan di CFD dan gerakan promosi massal dari Pemkot Blitar untuk hadir
setiap minggu diacara Car Free Day. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan
menyatakan Pergelaran Program Car Free Day di Kota Blitar memiliki efek yang
positif dalam keberhasilan usaha yang dilakukan oleh pelaku UMKM melalui
peningkatan omset penjualan, pendapatan bersih, meningginya volume penjualan,
dan sebagai ruang untuk memperkuat brand melalui promosi merek dan produk.
Output riset ini juga selaras dengan hasil penelitian dari Adelina (2025) bahwa kegiatan CFD memberikan dampak positif
terhadap peningkatan penjualan, laba usaha, dan pertumbuhan bisnis pelaku UMKM
Penulis: Hendri Budi
Santoso, S.M
Komentar
Posting Komentar