ANALISIS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PROGRAM PENGAJIAN RUTINAN DALAM MEMPERKUAT BRAND WISATA KAMPUNG COKLAT DI KABUPATAN BLITAR
ANALISIS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PROGRAM PENGAJIAN RUTINAN DALAM MEMPERKUAT BRAND WISATA KAMPUNG COKLAT DI KABUPATAN BLITAR
Blitar
merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur yang sering
dijuluki sebagai kota proklamator/kota patria. Blitar sendiri juga memiliki
banyak aneka ragam potensi sumber daya,
seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan,
perindustrian, dan pariwisata. Salah satu sektor yang menarik perhatian masyarakat yakni
sektor pariwisata. Pariwisata menjadi icon utama Pemerintahan Kabupaten Blitar,
sebab Blitar memiliki ragam destinasi wisata mulai dari wisata alam, wisata
sejarah, dan wisata edukasi. Salah satu wisata yang cukup terkenal di Kabupaten
Blitar yaitu wisata Kampung Coklat. Kampung coklat merupakan wisata edukasi
yang populer di Kab..Blitar yang berlokasi di Jl. Banteng Blorok No. 18, Plosorejo, Kec. Kademaangan,,
Kab..Blitar. Wisata ini setiap harinya terbilang cukup ramai diserbu oleh pengunjung. Para wisatawan yang
berkunjung di Kampung Coklat tidak hanya dari kalangan masyarakat asli Blitar
tetapi juga berasal dari wisatawan dari luar kota Blitar. Maka dari itu, banyak
masyarakat yang berpergian ke Blitar yang sering kali jadi tempat tujuan
utamanya adalah destinasi wisatanya. Seiring perkembangan pasar, Kampung Coklat
tidak berhenti untuk membuat inovasi agar merek yang telah dibangun bertahun-tahun
tidak pudar. Maka Kampung Coklat menggunakan CSR sebagai bentuk trobosan untuk
memperkuat branding perusahaan agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Menurut
Suharto (dalam Sitorus, 2020) Corporate
Social Responsibility adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
membangun hubungan sosial dengan masyarakat sekitar agar tidak hanya dipandang
sebagai entitas yang berorientasi pada keuntungan semata,, tetapi juga memiliki
tanggung jawab sosial kepada masyarakat secara berkelanjutan. Perlu dikatahui,
Kampung Coklat menerapkan CSR kepada
masyarakat dalam bentuk kegiatan Pengajian Rutinan. Menurut Muhzakir (dalam
Yusuf, dkk., 2023) penggajian salah satu kegiatan untuk memberikan pendidikan
islam kepada masyarakat melalui kegiatan belajar mengajar dalam perihal
keagamaan. Pengajian rutinan yang dilakukan
di Kampung Coklat diselenggarakaan
setiap Sabtu pagi dalam seminggu mulai pukul 07.00 – 09.00 Wib dan
terbuka untuk masyarakat umum Pengajian jni selalu ramai didatangi ribuan jamaah dari berbagai wilayah seperti Kediri dan Malang. Pengajian ini
memiliki beberapa rangkaian acara mulai
disapa dengan musik gambus versi sholawatan,
pembacaan ayat suci, pembacaan tahlil
dan tausiyah dari para pemuka agama. Terlebih lagi tempatnya sangat luas sambil
melihat pemandangan pariwisata gratis dan diberikan makanan gratis untuk
santapan sarapan pagi hari.
Adanya
pengajian rutinan ini tentunya tidak hanya sekedar memberikan pendidikan islam
kepada para jamaah tetapi juga menjadi instrumen branding merek bagi wisata
Kampung Coklat. Menurut Kotler, dkk (2020) brand
adalah sebuah simbol atau nama yang digunakan sebagai tanda persepsi dan
perasaan konsumen mengenai suatu produk milik perusahaan. Maka untuk
memperkenalkan, membangun, dan memperkuat brand perlu menerapkan CSR seperti yang dilakukan Kampung Coklat melalui
pengajian yang nantinya konsumen menganggap bahwa kampung coklat memiliki andil tanggung jawab sosial untuk memberikan
pendidikan keagamaan bagi masyarakat yang lambat laun akan meningkatkan
kesadaraan merek Kampung Coklat dibenak konsumen. Apalagi pengajian ini
diadakan di dalam lingkungan wisata Kampung Coklat yang membuat setiap jamaah bisa melihat dan menikmati suasana
wisata edukasi kampung Coklat mulai dari wahana,, gazebo, pohon coklat, tempat produksi coklat, pusat
jajanan, dan berbagai dekorasi indah
yang bernuansa edukatif. Adanya
penyelenggaraan pengajian ini diharapkan
mampu meningkatkan pengunjung lebih banyak ke
Kampung Coklat setelah ditingkatkan kesadaran merek ke dalam hati dan pikiran masyarakat melalui penetrasi
CSR pengajian rutinan setiap Sabtu pagi. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan menyatakan bahwa CSR pengajian mampu memperkuat brand melalui peningkatan
hubungan baik dengan masyarakat melalui kedekatan emosional antara
perusahaan dengan masyarakat yang
akhirnya meningkatkan kesadaran konsumen
terhadap merek milik Kampung Coklat. Hasil
ini selaras dengan penelitian menurut
Ayu dan Kusumawardhani (2015) yang
menyatakan bahwa CSR berpengaruh positif terhadap kesadaran merek dan reputasi
perusahaan.
Komentar
Posting Komentar