Langsung ke konten utama

KEBIJAKAN LIKUIDITAS KEMENKEU MELALUI PENEMPATAN DANA 200 TRILIUN DARI BI KE HIMBARA 2025

 

KEBIJAKAN  LIKUIDITAS KEMENKEU MELALUI PENEMPATAN DANA 200 TRILIUN DARI BI KE HIMBARA 2025

Ditengah-tengah kinerja perekonomian Indonesia yang melambat ditambah adanya reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2025 tentunya perlu memperkuat ekonomi dalam negeri dengan melakukan dobrakan kebijakan domestik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebelumnya perekonomian Indonesia diterpa berbagai masalah khususnya disektor ekonomi, seperti daya beli menurun, kenaikan pajak PPN dan PBB, inflasi kebutuhan pokok, peningkatan pengangguran dan PHK massal, lapangan kerja terbatas, dan konsumsi rumah tangga menurun yang mengakibatkan banyaknya masyarakat dan aktivis yang tidak puas atas kebijakan ekonomi yang menyulut para massa turun ke jalan untuk menyalurkan aspirasi namun sangat disayangkan dipertengahan jalan terjadi demonstrasi ekstrim mulai dari pembakaran gedung DPR, kantor polisi, perusakan fasilitas umum, dan penjarahan yang mengarah pada kriminalisasi dan anarkisme. Adanya kondisi ini memperkuat adanya slogan Indonesia gelap. Maka dari itu Kementerian Keuangan yang baru dilantik Bpk Purbaya Yadhi Sadewa mencoba melakukan gebrakan baru melalui strategi peningkatan likuiditas dengan menarik dana 200 Triliun dari Bank Indonesia untuk dialokasi ke Bank Nasional (HIMBARA) dalam bentuk rekening pemerintahan (Deposito) dengan ekpetasi menggenjot perekonomian domestik.

Menurut penulis strategi ini tidaklah buruk. Hal ini dikarenakan pernah diimplementasikan oleh Menteri Keuangan sebelumnnya (Ibu Srimulyani) yang menempatkan dana pemerintah sebesar 30 Triliun  ke Himbara bahkan kebijakan ini sering dilakukan sejak tahun 2014. Jadi kebijakan yang dicanangkan oleh Menteri Purbaya bukanlah hal baru di Indonesia. Penulis melihat adanya kucuran dana 200 Triliun dari pemerintah ke pada Bank Nasional tentu diharapkan mampu memulihkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik di masyarakat melalui distribusi kredit kepada rakyat, khususnya untuk pelaku UMKM, korporasi, masyarakat konsumtif, dan pembangunan proyek strategis nasional. Namun demikian, efektifitas dari kucuran dana ini apakah akan berdampak signifikan pastinya belum tentu, sebab percuma ketika pemerintahan mengalokasi dana ke Hiimbara untuk penyaluran kredit jika daya beli rumah tangga menurun dan tingkat penjualan produk dari perusahaan merosot. Meskipun suku bunga acuan diturunkan dari dari 6,25% menjadi 5,00 % tetap berpotensi tingkat kredit sulit berkembang dan meningkatkan kredit macet. Terbukti tingkat penyaluran kredit mengalami penurunan pada Juli 2025 diangka 7,03 % YoY dari 7,77 % pada juni 2025 dan sektor yang menyumbangkan kredit terbesar masih ada di sektor pertambangan, perkebunan, dan transportasi

Fenomena ini terjadi karena rata-rata pendapatan masyarakat masih menurun ditambah adanya PHK massal sehingga pengangguran terbuka menjadi bertambah tinggi, Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan terdapat peningkatan PHK Massal signifikan sampai Juni 2025 sebesar 42. 385 orang atau meningkat 32 %. PHK massal ini mayoritas terjadi di sektor manufaktur, perdagangan, dan pertambangan.  sedangkan tingkat pengangguran  terbuka 2025  di angka 4,76% meski terjadi penurunan tetapi tetap terjadi penambahan pengangguran sekitar 7,28 Juta jiwa jika dibandingkan dengan Februari 2024 sebesar 7,2 Juta jiwa, terlebih lagi adanya kesenjangan ekonomi dari segi konsumsi rumah tangga yang masih didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa. Menurut data pada Triwulan II 2025 ekonomi tumbuh 5,12 persen dengan kontribusi tertinggi didominasi pertumbuhan ekonomi pulau jawa sebesar 5,24 % terhadap PDB. Perlu diketahui, tingkat konsumsi ruamah tangga kuartal II 2025 tumbuh 4,97 % secara YoY.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan likuiditas tetapi juga harus diimbangi dengan penggenjotan daya jual sektor rill khususnya untuk industri manufaktur dan perdagangan mulai skala mikro kecil menengah hingga korporasi harus ditingkatkan melalui berbagi stimulus subsidi dana, bantuan mesin dan peralatan, pengurangan PPN, penurunan suku bunga, dan perluasan lapangan kerja. Ketika ini dilakukan maka lambat laun terjadi peningkatan penjualan hasil produksi ke pasar yang menciptakan pendapatan bagi perusahaan dan bertumbuhnya penyerapan tenaga kerja akibat adanya pembukaan lapangan kerja yang membuat bertambahnya pendapatan masyarakat. Adanya prospek usaha yang cerah tentu perusahaan berbondong-bondong untuk ekpansi entitas, pelebaran pasar dan investasi untuk pembangunan proyek strategis nasional. sehingga akan mengajukan kredit ke bank yang membuat penyaluran kredit bank meningkat dan tingkat kredit macet rendah karena perusahaan memiliki kemampuan bayar yang baik. Selain itu  bank juga akan mendapatkan income dari bunga kredit yang lancar dan pemerintah juga mendapatkann imbal hasil dari deposito. Maka dari itu penting mengupayakan sektor rill berkinerja positif agar mampu mengimbangi penempatan dana 200 Triliun melalui peningakatan kredit supaya terjadi peningkatan perputaran roda ekonomi dalam negeri.

Penulis: Hendri Budi Santoso, S.M
 

 

 

 

 

 

 

 

 


Penulis: Hendri Budi Santoso, S.M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR Instansi di sektor jasa dalam operasionalnya selalu memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penerima layanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk indikator untuk memastikan pelayanan yang diberikan susuai SOP. Kualitas pelayanan merupakan suatu ukuran tingkat pelayanan yang mampu diberikan sesuai harapan masyarakat (Marianus, dkk, 2022). Apalagi instansi   yang cakupannya dalam pelayanan publik tentu wajib memperhatikan kepuasaan masyarakat. Menurut Kotler (dalam Febrianto, 2023) kepuasan masyarakat adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul dalam diri seseorang atas persepsi yang terbentuk dari perbandingan hasil kinerja dengan harapan yang diinginkan sebelumnya.     Kepuasaan masyarakat sendiri bagian dari output keberhasilan isntansi dalam memberikan pelayanan kepada publik maka perlu penerapan excellent service perihal pelaksanaan pelayanan prima. P...

PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025

  PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025 Program makan bergizi gratis (MBG) adalah program strategis nasional yang dicanangkan oleh presiden RI ke 8 yang bertujuan untuk meningkatkan SDM   para generasi muda dengan   memperbaiki gizi anak dan ibu hamil dengan harapan generasi bangsa bisa lebih cerdas, produktif dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik melalui kontribusi pelaku UMKM dan peningkatan lapangan kerja. Program ini terbilang bagus, sebab ini bagian respon langsung terhadap berbagai tantangan nutrisi bagi anak-anak dan remaja yang kekurangan gizi. Berdasarkan data survey Status Gizi   Indonesia (SSGI) yang mencatat adanya penurunan stunting nasional dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8 % pada 2024. Meski ada penurunan pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stanting nasional menjadi 14,2 % pa...

FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

  FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH Sekarang ini pemasaran online bukan lagi menjadi hal asing bagi masyarakat Indonesia terkhusus untuk pengusaha yang berskala mikro, kecil, menengah dan besar yang bersama-sama berupaya untuk memanfaatkan media digital sebagai instrumen untuk mengaplikasikan strategi pemasaran baru yang memiliki banyak peluang untuk memperluas dan menguasai pasar lokal dan dunia. Pemasaran online sendiri sudah tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan sosial dimana hampir seluruh masyarakat indonesia menggunakan media digital sebagai media efektif untuk melakukan penjualan dan pembelian berbagai jenis barang mulai baju, furniture, elektronik, makanan, minuman dan sebagainya. Adanya trend permintaan yang tinggi terhadap pembelian secara online tentu bisa menjadi cara   untuk meningkatkan omset penjualan. Adapun pemasaran online yang sering digunakan oleh para pembi...