Langsung ke konten utama

PERTALITE DIHAPUS DIGANTI DENGAN PERTAMAX GREEN RON 92 TAHUN 2024 YANG BERPOTENSI MEMICU KEKWATIRAN MASYARAKAT

 PERTALITE DIHAPUS DIGANTI DENGAN PERTAMAX GREEN RON 92 TAHUN 2024 YANG BERPOTENSI MEMICU KEKWATIRAN MASYARAKAT

PT. Pertamina Persero berencana akan menghapus produk pertalite RON 90 pada 2024 yang akan digantikan dengan produk pertamax green RON 92. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi emisi dan menciptakan progam langit biru. Jadi pertalite ini akan dicampur dengan etanol yang oktannya dari 90 ke 92. Kebijakan yang diimplementasikan Pertamina disesuaikan dengan Aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyatakan oktan number yang boleh dijual di Indonesia minimum RON 91. Jadi Pertamax Green RON 92 adalah produk campuran antara RON 90 (pertalite) dengan 7 Persen bioetanol (E7) yang membuat produk ini kualitasnya lebih superior. Adapun 3 produk BBM yang akan dijual oleh pertamina pada 2024, yaitu Pertamax Green RON 92 (E7) , Pertamax Green RON 95, dan Pertamax Turbo RON 98. Adanya 3 produk ini tentu akan berdampak positif bagi lingkungan, yaitu (pertama) menurunkan karbon emisi, (kedua) mandatory bioetanol bisa terpenuhi sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomer 12 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa pengembangan biotanol 5 Persen (E5) untuk campuran BBM yang harus dimulai dilakukan pada 2020 dan secara bertahap ditingkatkan ke E20 pada 2025, (ketiga) menurunkan impor gasoline. 

Dari pernyataan isu tersebut tentunya masyarakat akan dirundung kegelisahan,sebab masyarakat menjadi takut adanya transisi produk pertalite ke pertamax green RON 92 yang memicu adanya kenaikan harga signifikan. Sebenarnya penghapusan pertalite dan diganti dengan produk pertamax green RON 92 adalah langkah yang tepat dalam mengurangi karbon emisi sekaligus meningkatan Green Economy. Adanya kebijakan ini dari pertamina diharapkan tidak membebankan masyarakat untuk membeli dengan harga yang expensif. Pasalnya, adanya abolisi pertalite ke pertamax RON 92 akan disinyalir adanya kenaikan harga pertamax green RON 92 lebih tinggi dari produk pertalite dikarenakan hilangnya status subsidi dari pemerintah (non subsidi) sebab pertamax green RON 92 memiliki kualitas lebih baik dari pertalite atau tetap dengan harga ekonomis seperti HET Pertalite sebelumnya (subsidi) sebab pertamax green RON 92 salah satu produk pengganti dari pertalite yang statusnya sebagai produk BBM bersubsidi. Untuk itu, saya berharap adanya penghapusan pertalite yang digantikan dengan produk pertamax RON 92 yang bermutu tinggi tidak akan membuat adanya kenaikan harga di masa yang akan datang dan diharapkan produk baru ini tetap berstatus bersubsidi.


Penulis: Hendri Budi Santoso



 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR Instansi di sektor jasa dalam operasionalnya selalu memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penerima layanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk indikator untuk memastikan pelayanan yang diberikan susuai SOP. Kualitas pelayanan merupakan suatu ukuran tingkat pelayanan yang mampu diberikan sesuai harapan masyarakat (Marianus, dkk, 2022). Apalagi instansi   yang cakupannya dalam pelayanan publik tentu wajib memperhatikan kepuasaan masyarakat. Menurut Kotler (dalam Febrianto, 2023) kepuasan masyarakat adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul dalam diri seseorang atas persepsi yang terbentuk dari perbandingan hasil kinerja dengan harapan yang diinginkan sebelumnya.     Kepuasaan masyarakat sendiri bagian dari output keberhasilan isntansi dalam memberikan pelayanan kepada publik maka perlu penerapan excellent service perihal pelaksanaan pelayanan prima. P...

PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025

  PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025 Program makan bergizi gratis (MBG) adalah program strategis nasional yang dicanangkan oleh presiden RI ke 8 yang bertujuan untuk meningkatkan SDM   para generasi muda dengan   memperbaiki gizi anak dan ibu hamil dengan harapan generasi bangsa bisa lebih cerdas, produktif dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik melalui kontribusi pelaku UMKM dan peningkatan lapangan kerja. Program ini terbilang bagus, sebab ini bagian respon langsung terhadap berbagai tantangan nutrisi bagi anak-anak dan remaja yang kekurangan gizi. Berdasarkan data survey Status Gizi   Indonesia (SSGI) yang mencatat adanya penurunan stunting nasional dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8 % pada 2024. Meski ada penurunan pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stanting nasional menjadi 14,2 % pa...

FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

  FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH Sekarang ini pemasaran online bukan lagi menjadi hal asing bagi masyarakat Indonesia terkhusus untuk pengusaha yang berskala mikro, kecil, menengah dan besar yang bersama-sama berupaya untuk memanfaatkan media digital sebagai instrumen untuk mengaplikasikan strategi pemasaran baru yang memiliki banyak peluang untuk memperluas dan menguasai pasar lokal dan dunia. Pemasaran online sendiri sudah tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan sosial dimana hampir seluruh masyarakat indonesia menggunakan media digital sebagai media efektif untuk melakukan penjualan dan pembelian berbagai jenis barang mulai baju, furniture, elektronik, makanan, minuman dan sebagainya. Adanya trend permintaan yang tinggi terhadap pembelian secara online tentu bisa menjadi cara   untuk meningkatkan omset penjualan. Adapun pemasaran online yang sering digunakan oleh para pembi...