JURNAL PERAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA WARUNG GEPREK DAPOEER MANTAN DESA LUDOYO BLITAR
PERAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA WARUNG GEPREK DAPOEER MANTAN DESA LUDOYO BLITAR
Hendri Budi Santoso
Universitas Islam Balitar
e-mail: hendribudi510@gmail.com
Abstrak
Motivasi kerja menjadi suatu elemen penting bagi karyawan dalam perusahaan. Adanya Motivasi dalam dunia kerja mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kinerja karyawan guna mencapai visi perusahaan. Karyawan juga dituntut selalu memperbaiki kemampuan dari segi pengetahuan, kompetensi, dan keahlian sebagai penunjang di dalam menyelesaikan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peranan motivasi kerja dalam kinerja karyawan dan mengetahui peranan motivasi kerja dalam meningkatan kinerja karyawan pada Warung Geprek Dapoeer Mantan di Desa Ludoyo Blitar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang biasanya diterapkan untuk memahami fenomena atau kejadian yang dirasakan oleh subjek peneliti yang berkaitan dengan sikap, perilaku, dan motivasi yang bisa digambarkan dengan bentuk karya ilmiah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara kepada karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan secara lisan dengan mengajukan berbagai pertanyaan secara terstruktur yang didasarkan pada teknik analisis data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi peranan motivasi kerja dalam peningkatan kinerja karyawan pada Warung Dapoeer Mantan ini dapat dilihat dari adanya faktor Intrinsik yang meliputi prestasi yang dimiliki oleh karyawan, pengakuan kinerja karyawan dari perusahaan, tanggung jawab karyawan dan faktor Ekstrinsik yang terdiri dari besaran gaji karyawan, Adanya keamanan kerja yang memadai, serta adanya hubungan interpersonal antar karyawan. Selain itu terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi peranan motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan, yakni memberikan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan, memberikan jaminan promosi kenaikan jabatan untuk kepada karyawan. Dalam penelitian ini juga dijelaskan bahwa peranan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada Warung Geprek Dapoeer Mantan, yaitu mampu menjadi pendorong karyawan dalam meningkatkan intensitas kerja secara total, dapat meningkatkan kualitas pelayanan karyawan, dan mampu meningkatkan kreatifitas karyawan.
Kata Kunci: Motivasi, Kinerja, karyawan, pekerjaan.
Abstract
Work motivation is an important element for employees in the company. The existence of motivation in the world of work is able to contribute in improving employee performance in order to achieve the company's vision. Employees are also required to always improve their abilities in terms of knowledge, competence, and expertise as a support in completing work. The purpose of this study is to determine the factors that influence the role of work motivation in employee performance and to determine the role of work motivation in improving employee performance at Warung Geprek Dapoeer Mantan in the village Ludoyo Blitar. In this study, the method used is a qualitative method which is usually applied to understand the phenomena or events felt by the research subjects related to attitudes, behaviors, and motivations that can be described in the form of scientific works. The technique used in this study uses interviews with employees of Warung Geprek Dapoeer Mantan orally by asking various structured questions based on data analysis techniques ranging from data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that there are factors that influence the role of work motivation in improving employee performance at Warung Dapoeer Former, it can be seen from the intrinsic factors which include the achievements of employees, recognition of employee performance from the company, employee responsibility and extrinsic factors. which consists of the amount of employee salaries, the existence of adequate job security, and the existence of interpersonal relationships between employees. In addition, there are several other factors that can affect the role of motivation in improving employee performance, namely providing work in accordance with the skills and competencies possessed by employees, providing guarantees for promotions to employees. In this study, it was also explained that the role of work motivation in improving employee performance at Warung Geprek Dapoeer Mantan, namely being able to be a driver of employees in increasing total work intensity, increasing the quality of employee service, and being able to increase employee creativity.
Keywords: Motivation, Performance, Employees, Work
PENDAHULUAN
Dalam perubahan
era yang semakin maju saat ini, motivasi kerja menjadi salah satu unsur yang
sangat esensial bagi karyawan yang bekerja dalam lembaga ataupun
perusahaan yang diharapkan mampu
mendorong karyawan dalam mencapai visi yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Pencapaian itu bisa diraih dengan menunjukan kemampuan dan kinerja karyawan
yang lebih baik tentu tidak terlepas dengan intervensi dari pihak korporasi. Pada dasarnya setiap perusahaan tidak hanya
sekedar mencari karyawan yang cakap dan terampil dalam berbagai bidang, tetapi
seorang karyawan yang berinisiatif untuk bekerja keras dan berkeinginan mecapai
hasil kerja yang maksimal. Untuk membuktikan itu, peneliti melakukan penelitian
di Warung Geprek Dapoeer Mantan Desa Ludoyo Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yang
pertama untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peranan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja
karyawan dan kedua untuk mengetahui
peran motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan. Perlu diketahui
Warung Geprek Dapoeer Mantan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
kuliner yang menjual aneka produk salah satunya adalah ayam geprek. Perusahaan
ini juga memiliki 3 cabang, yakni di wilayah ludoyo. Wonodadi, dan Kota Blitar.
Untuk itu, peneliti tertarik melakukan penelitian di perusahaan ini agar bisa
membuktikan bahwa peran motivasi mampu meningkatkan kinerja karyawan.
Dalam meraih
tingkat produktivitas kerja yang tinggi tentu memiliki banyak faktor yang
mempengaruhinya mulai dari kepuasaan kerja, prestasi kerja, disiplin kerja, dan
motivasi kerja. Dari faktor tersebut yang
sangat mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan salah satunya adalah
motivasi kerja yang dimana suatu variabel yang sangat dibutuhkan dalam
mendongkrak intensitas kinerja dan produktivitas karyawan. Menurut Terry (dalam
Hermawan, 2016) menjelaskan bahwa motivasi adalah suatu keinginan yang dapat
tercapai dalam diri individu yang mampu
memberikan dorongan untuk melakukan suatu sikap atau tindakan. Menurut Hermawan
(2016) motivasi kerja adalah dorongan untuk meningkat kualitas kinerja karyawan
dalam bekerja menjadi lebih baik dalam mencapai tujuan organisasi. Motivasi
kerja itu sendiri bisa dikatakan sebagai dorongan dalam diri seorang pegawai
yang sanggup menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang pekerja dalam
rangka mencapai tujuan. Menurut Sinaga (2020) menyatakan bahwa motivasi adalah
faktor yang mendukung karyawan dalam meraih kinerja yang maksimal dan
berorientasi pada tingkah laku terhadap sasaran yang telah ditentukan.
Motivasi juga termasuk bagian dari manajemen sumber daya manusia dalam melaksanakan suatu tugas dan wewenang agar lebih bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini bisa dilakukan oleh pimpinan atau manajer dalam menggerakan bawahan dalam mencapai visi perusahaan yang pada akhirnya harus memberikan motivasi kepada karyawan. Dukungan kerja yang diberikan kepada karyawan dapat terealisasi apabila kebutuhan yang ada dalam diri karyawan dapat terpenuhi. Sehingga dapat dijelaskan bahwa tinggi atau rendahnya motivasi kerja dapat dipengaruhi oleh seberapa jauh pemenuhan kebutuhan dari setiap karyawan. Pemenuhan kabutuhan karyawan menjadi faktor primer dalam menginvensi dorongan karyawan dalam melaksanakan aktivitas pekerjaan dengan baik. Pegawai atau karyawan sebagai kekayaan utama bagi perusahaan sudah selayaknya mereka diberikan kompensasi lebih sesuai hasil kinerjanya, apalagi karyawan sebagai operasional pekerjaan dalam merancang perencanaan, pelaksanaan, dan pengendali yang selalu berkontribusi aktif dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Menurut hasil penelitian dari Sinaga (2020) menyatakan bahwa peranan motivasi yang ada di kantor Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjung Balai memiliki peranan dalam peningkatan kinerja karyawan. Sedangkan menurut hasil penelitian Murti (2013) menunjukan bahwa peranan motivasi kerja dalam upaya peningkatan produktivitas kerja karyawan merupakan perwujudan dari tingginya motivasi kerja yang diberikan kepada karyawan pada saat melaksanakan pekerjaan dengan didasarkan pada kepuasaan kerja yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu, tingginya motivasi kerja para karyawan akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian kinerja dan produktivitas secara optimal. Sedangkan permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yakni faktor-faktor yang mempengaruhi peranan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan dan peran motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan.
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan
pada bulan Juli 2022 yang berlokasi di Warung Geprek Dapoeer Mantan. Metode
yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini, yakni Metode Kualitatif. Menurut
Idrus (dalam Anastacia, 2021) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif
adalah penelitian deskriptif yang digunakan untuk memahami fenomena secara
mendalam terhadap subjek yang diteliti yang didasarkan pada bentuk dokumen-dokumen,
berupa foto, catatan pribadi, perilaku, gerak tubuh, dan lain sebagainya. Penelitian
ini dilakukan dengan menerapkan teknik wawancara dengan 1 responden (karyawan Warung Gerprek
Dapoeer Mantan) yang representatif untuk
mengambil data secara mendalam. Menurut Sugiyono (dalam Pratiwi, 2017)
menyatakan bahwa teknik wawancara adalah pertemuan antara dua orang atau lebih
untuk saling bertukar informasi melalui tanya jawab secara lisan.
Teknik
pengambilan data penelitian dengan cara melakukan tanya jawab secara lisan
kepada responden dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang terstruktur yang
berkaitan dengan faktor dan peran motivasi kerja dalam peningkatan kinerja
karyawan dengan indikator (eksrinsik) prestasi, pengakuan, tanggung jawab
dan (intrinsik) gaji, keamanan kerja, hubungan interpersonal.
Menurut Rahayu (2021) Teknik analisis data merupakan kegiatan menganalisis dan
mengolah data dari hasil penelitian yang dikumpulkan dari responden. Adapun
teknik analisis data yang digunakan unuk menganalisis data penelitian ini,
yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau
verifikasi.
Pengumpulan data salah satu langkah untuk menghimpun data atau informasi dari berbagai responden dengan menggunakan teknik wawancara. Reduksi data merupakan kegitan penyerderhanaan, penggolongan, dan membuang data yang tidak diperlukan guna menghasilkan informasi dalam penarikan kesimpulan. Penyajian data adalah kegiatan untuk menyajikan data yang mudah dipahami dari sekumpulan informasi yang disusun secara terorganisir dan sistematis. Sedangkan kesimpulan dan verifikasi adalah kegiatan tahap akhir untuk mencari makna data dari informasi yang telah dikumpulkan dengan menemukan hubungan, persamaan, atau perbedaan dengan tujuan menarik kesimpulan sebagai bentuk jawaban dari permasalahan yang diteliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Peranan Motivasi Kerja
Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Warung Ayam Geprek Dapoeer Mantan
Kabupaten Blitar
Untuk bisa mengetahui dan memahami permasalahan terhadap peranan motivasi kerja karyawan di Warung Geprek Dapoeer Mantan Desa Ludoyo Kabupaten Blitar tentunya peneliti mengadopsi teori moivasi 2 faktor yang dikemukakan oleh Frederichk Herzberg. Menurut Tewal (2017) menjelaskan bahwa teori 2 faktor yang dikemukakan oleh Frederichk Herzberg adalah suatu teori yang memiliki 2 faktor yang terdiri dari Intrinsik dan Ekstrinsik. Dalam teori 2 faktor ini menjelaskan bahwa untuk faktor intrinsik itu berasal dari dalam diri seseorang yang dimana dengan indikator prestasi, pengakuan, dan tanggung jawab. Sedangkan faktor ekstrinsik berasal dari faktor yang ada di luar diri seseorang yang menjadi motor penggerak. Kemudian untuk mengukur motivasi faktor instrinsik dan ekstrinsik yang dimiliki oleh karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Faktor Intrinsik
Faktor
intrisik salah satu faktor yang sangat penting dalam mendorong para karyawan
untuk bekerja lebih baik yang dimana faktor ini muncul dari dalam diri
seseorang yang mampu mempengaruhi seseorang dalam meningkatkan inisiatif dalam
bekerja. Untuk itu peneliti mencoba menjelaskan faktor intrinsik tersebut yang
tentunya didasarkan pada indikator sebagai berikut:
Prestasi, artinya para karyawan di
Warung Geprek Dapoeer Mantan mencoba untuk melakukan prestasi dalam berbagai
bentuk yang dimana para karyawan tersebut memaksimalkan seluruh kemampuan dan
kompetensi yang mereka miliki dalam menyelesaikan pekerjaan. Menurut Ekhsan
(2019) prestasi kerja adalah sesuatu rangsangan yang dapat memberikan manfaat
bagi pekerja ataupun perusahaan yang mana dapat memberikan rasa puas bagi
seluruh pihak yang nantinya akan memberikan kemudahan dalam membangun citra
perusahaan yang berdampak pada kepercayaan karyawan terhadap perusahaan. Tentu
hal ini tidak terlepas dengan adanya harapan mereka untuk bisa mendapatkan
penghargaan ataupun apresiasi dari perusahaan. Prestasi yang karyawan berikan
tidak hanya sekedar untuk mendapatkan penghargaan semata, tetapi ini sebagai
bentuk tanggung jawab mereka dalam bekerja agar bisa mencapai tujuan yang telah
ditetapkan oleh perusahaan. Biasannya para karyawan akan memberikan yang
terbaik untuk perusahaan dengan bekerja semaksimal mungkin dengan
profesionalitas bila pimpinan memberikan bentuk motivasi kepada mereka, tetapi
pada kenyataan para karyawan di Warung Geprek Dapoeer Mantan tidak diberikan
penghargaan apapun atas hasil kerja yang dilakukan oleh para karyawan. Hal ini
terjadi karena pimpinan memiliki sifat pilih kasih dan menerapkan sistem
karyawan senior dan junior. Dengan demikian, karyawan yang sudah senior dalam
arti mereka yang telah membantu merintis usaha tesebut dari awal. Maka karyawan
tersebut berhak mendapatkan insentif, bonus dari perusahaan. Berbeda lagi
ketika karyawan junior tersebut sudah bekerja dengan hasil optimal, mereka
tetap tidak diberikan penghargaan apapun. Sehingga karyawan lambat laun mulai
menurunkan tensi kinerjanya dalam bekerja. Para karyawan menganggap pimpinan
tidak pernah peduli akan hasil kerja yang telah ditorehkan kepada perushaan.
Pengakuan, pada
dasarnya sebuah pengakuan akan memberikan dampak positif bagi kinerja karyawan.
Hal ini sudah wajar sebab para karyawan butuh pengakuan dari hasil kerja yang
telah dicapai. Pengakuan sebagai bentuk stimulus dalam memotivasi karyawan agar
mereka bekerja secara total. Bahkan kayawan Warung Geprek Dapoeer Mantan
menjelaskan bahwa pengakuan sebagai bentuk perhatian pimpinan kepada mereka
agar tetap bekerja dengan baik dalam mencapai tujuan perusahaan yang dimana
perhatian itu sebagai salah satu bentuk bahwa perusahaan benar memperhatikan
kesejahteraan karyawan. Karyawan tersebut juga menjelaskan bentuk pengakuan itu
bisa berbentuk apapun mulai dari bonus, kenaikan gaji, promosi jabatan, dan piagam penghargaan. Adapun jenis
pengakuan yang pernah diberikan kepada karyawan, yakni rekreasi. Walaupun
perusahaan memberikan pengakuan dalam bentuk rekreasi, tetapi pengakuan itu dirasa
cukup kurang, sebab karyawan Warung Geprek Dapoeer mantan tidak hanya sekedar
butuh rekreasi, tetapi para karyawan butuh kenaikan gaji dan bonus dari hasil
kerjanya. Selama ini perusahaan tidak pernah sekalipun memberikan kenaikan gaji
kepada karyawan khususnya karyawan junior, tetapi pimpinan seringkali
memberikan insentif kepada karyawan senior. Sehingga ini membuktikan bahwa
pimpinan kurang memahami peran motivasi kerja dalam meningakatkan kinerja
karyawan. Padahal karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan menyatakan penting bagi
mereka untuk mempunyai keyakinan bahwa orang lain menghargai hasil kerjanya.
Tanggung jawab, para
karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan dalam mengemban pekerjaannya sebagian
karyawan tentu mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab yang dimana dapat
dilihat dari cara mereka melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tupoksinya.
Walupun terdapat beberapa karyawan yang belum bisa bertanggung jawab dalam
menggemban tugasnya, itu bisa dibuktikan dari segi pelayanannya kurang
memuaskan, ada kepala karyawan dibagian dapur itu selalu menyuruh asistennnya
secara berlebihan untuk menangani pekerjaannya. Padahal kepala karyawan bagian
dapur itu tidak sedang melakukan pekerjaan apapun. Hal ini bisa terjadi karena
pimpinan perusahaan tidak pernah membuat regulasi yang ketat dan juga tidak
terdapat Standar Operasional Prosedur dalam bekerja. Padahal menurut karyawan
Warung Geprek Dapoeer Mantan pernah dulu akan dicanangkan adanya SOP
Perusahaan, tetapi sampai saat ini ternyata belum pernah terealisasikan. Untuk
itu, perlu Pimpinan
memiliki peran dalam mengelola kedisiplinan setiap karyawan agar mempunyai
kesadaran dalam melaksanakan berbagai aturan tata tertib yang diterapkan oleh
perusahaan (Jufrizen, 2018).
Faktor Ekstrinsik
Faktor
ekstrinsik salah satu faktor yang berasal dari luar diri seseorang yang mampu
menjadi pendorong dalam meningkatkan kinerja karyawan. Peneliti mengukur faktor
ekstrinsik yang dimiliki oleh karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan Kabupaten
Blitar dapat dijelaskan sebagai berikut:
Gaji, artinya
bahwa besaran gaji mampu memberikan motivasi kepada pegawai dalam meningkatkan
kinerjanya yang tentu membuat karyawan lebih berinisiatif dalam bekerja lebih
baik sesuai dengan besaran gaji yang akan mereka dapatkan. Tentunya ini sebagai
bentuk cara perusahaan untuk memberikan kesejahteraan bagi para karyawannya.
Menurut karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan menjelaskan bahwa besaran gaji
yang mereka terima tentu akan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari
khususnya bagi karyawan yang sudah berkeluarga tentu sangat membutuhkan besaran
gaji yang layak untuk menghidupi keluarganya, tapi pada kenyataannya menurut
karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan menyatakan bahwa para karyawan tidak
pernah mendapatkan kenaikan gaji walaupun mereka sudah bekerja cukup lama.
Bahkan banyak karyawan yang mengeluh akibat gaji tetap berada di bawah UMR dan
tidak ada sedikitpun pimpinan berencana untuk menaikan gaji karyawan. Ini
menandakan bahwa pimpinan Warung Geprek Dapoeer Mantan tidak terlalu
memperdulikan kesejahteraan para karyawannya yang tentu akan berdampak buruk
terhadap kinerja karyawan kedepannya.
Keamanan kerja,
sesungguhnya keamanan kerja dari Warung Geprek Dapoeer Mantan sudah dirasa
cukup aman. Pasalnya karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan menyatakan bahwa
pimpinan sudah menyediakan berbagai sarana dan prasarana guna menunjang
keselamatan kerja bagi para karyawannya. Hal ini dapat dilihat dari para
karyawan sudah merasa aman dan nyaman terhadap pekerjaannya. Sehingga mampu
meminimalisir adanya kecelakaan dalam bekerja. Oleh Karena, kesalamatan dan
keamanan kerja dalam perusahaan itu sangat penting, sebab setiap karyawan
memiliki hak untuk mendapatkan keamanan dalam melakukan pekerjaannya. Ditambah
lagi dengan memperhatikan keamanan kerja membuat perusahaan mempermudah dalam
melakukan operasional usaha, membangun citra yang baik bagi perusahaan, menciptakan
kondisi kerja yang aman bagi karyawan, memperhatikan hak-hak yang dimiliki oleh
karyawan dalam bekerja, dan mampu menghemat biaya perusahaan.
Hubungan Interpersonal, artinya
hubungan yang terjalin antara atasan dengan bawahan ataupun bawahan dengan bawahan
itu akan bisa mengandung rasa percaya dalam pelaksanan hubungan kerja. Perlu
diketahui pemimpin menjadi faktor utama
dalam mencapai kesuksesan suatu perusahaan. Pimpinan memiliki pengaruh yang
besar dalam kemajuan perusahaan. Pemimpin yang baik tentu akan menghasilkan
karyawan yang baik dan sebaliknya. Tingkat apresiasi pemimpin akan berpengaruh
terhadap rasa kompeten dan kebebasan para karyawan dalam bekerja yang tentunya
akan berdampak pada hubungan antara karyawan dengan karyawan lainnya. Pimpinan
menjadi cerminan bagi para karyawannya dalam menjalin hubungan interpersonal.
Ketika pimpinan memberikan contoh dalam menjalin hubungan yang baik tentu para
karyawan akan termotivasi untuk membuat hubungan yang harmonis kepada seluruh
karyawan yang akan menciptakan kondisi kerja yang kondusif. Tetapi ini berbeda
terbalik dari hasil penelitian terhadap Warung Geprek Mantan yang dimana
karyawannya menyatakan bahwa ditempat kerjanya sering terjadi perselisihan
antara karyawan satu dengan yang lainnya, sebab pimpinan dirasa kurang adil
dalam memperlakukan setiap karyawannya. Menurutya sering adanya pilih
kasih antar karyawan junior dan senior
ini yang menjadi dinding pembatas dalam membangun hubungan interpersonal yang harmonis.
Selain itu, sesama karyawan kurang menyadari kepribadian yang dimiliki
karyawannya lainnya, sebab setiap orang memiliki sifat dan kepribadian yang
berbeda. Ditambah lagi pimpinan apatis terhadap konflik ini dan pimpinan tidak
pernah berusaha untuk menjadi penengah dalam mencari solusi permasalahan yang
dialami para karyawannya. Harapan dari karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan
kepada pimpinan tentunya agar pimpinan bisa bersikap adil kepada seluruh
karyawan dan menghapus sistem junior dan senior. Selain itu diharapkan pimpinan
bisa lebih perhatian kepada para karyawannya agar tidak terjadi konflik yang
berkepanjangan dan mampu menjadi konsultan untuk memberikan solusi bagi setiap
permasalahan karyawan dalam menjalin
hubungan interpersonal.
Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi peran motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan, yakni memberikan pekerjaan kepada karyawan sesuai keahlian dan kompetensi yang dimiliki dan diberikan jaminan promosi kenaikan jabatan untuk stimulus mereka dalam bekerja lebih giat. Bahkan karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan mejelaskan bahwa hampir semua fasilitas kerja yang diperlukan sudah terpenuhi, hanya saja dibutuhkan perawatan secara intensif dari semua sarana dan prasarana untuk menunjang dan memperlancar kegiatan pekerjaan. Selain itu karyawan juga menginginkan adanya progam pendidikan dan pelatihan secara rutin yang dilaksanakan setiap sebulan sekali yang bisa dijadikan agenda unggulan dari Warung Geprek Dapoeer Mantan yang tentunya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para karyawan dari segi keahlian, pengetahuan, dan kompetensi. Selain agenda itu tentu karyawan berharap progam rekreasi yang diadakan oleh perusahaan tetap dilaksanakan agar terus memacu semangat kerja untuk para karyawan.
Peran Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja
Karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan
Setelah
peneliti mendalami aspek yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi
motivasi karyawan dalam bekerja tentu peneliti juga bertanya kepada karyawan
Warung Geprek Dapoeer Mantan tentang peranan motivasi kerja dalam meningkatkan
kineja karyawan yang nantinya bisa dihubungkan dengan faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Adapun peranan motivasi kerja dalam peningkatan kinerja
karyawan, yakni mampu menjadi dorongan karyawan dalam meningkatkan intensitas
bekerja secara totalitas dengan syarat karyawan tersebut berada pada peran yang
telah ditentukan sesuai dengan lini pekerjaan
yang berdasarkan pada keinginan dan kemampuan para karyawan. Selain itu
dapat meningkatkan kualitas pelayanan karyawan yang dimana ini menjadi hal yang
penting, sebab variabel pelayanan ini menjadi tonggak dalam menunjukan kualitas
perusahaan dalam memberikan kepuasan bagi konsumen. Semakin baik dalam
melakukan pelayanan kepada konsumen tentu akan menciptakan kesadaran masyarakat
untuk ingin merasakan kembali produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Peranan motivasi kerja juga mampu meningkatkan kreatifitas karyawan. Hal ini
dikarenakan karyawan yang merasa diperhatikan oleh perusahaan tentu mereka
sadar harus bekerja lebih baik dengan penuh kreatifitas dan inovasi dimana
ini sebagai bentuk kontribusi mereka
dalam mencapai kemajuan perusahaan yang pastinya dengan harapan perusahaan
terus memberikan berbagai motivasi yang mampu memberikan kesejahteraan bagi
karyawan. Menurut Rulianti (2021) menyatakan bahwa motivasi kerja mampu
memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan yang tercipta
akan adanya pengaruh positif terhadap etos kerja karyawan melalui andil adanya
motivasi kerja yang diberikan oleh perusahaan.
Dari
hasil penelitian ini, peneliti menyatakan bahwa permasalahan yang diteliti
sudah sesuai tujuan yang telah diinginkan. Hal ini terbukti dari adanya hasil
yang didapatakan dari karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan yang mengungkapkan bahwa
peranan motivasi dalam peningkatan kerja karyawan menjadi hal yang sangat
penting dan perlu diperhatikan oleh perusahaan, pasalnya motivasi kerja ini
akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja karyawan secara
berkelanjutan. Adapun penyebab keberhasilan dari penelitian ini karena para
karyawan dari Warung Geprek Dapoeer Mantan telah menjawab dan mendeskripsikan
secara logis dari berbagai pertanyaan yang telah diajukan oleh peneliti yang
menggunakan teori motivasi 2 faktor. Tolak ukur yang digunakan dalam penelitian
ini didasarkan pada faktor intrinsik yang meliputi prestasi, pengakuan,
tanggung jawab dan faktor ekstrinsik yang meliputi gaji, keamanan kerja dan
hubungan interpersonal. Selain itu menurut peneliti terdapat beberapa pekerjaan
dari pimpinan yang belum berhasil dalam
meningkatkan kinerja karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan berkaitan dengan
kesejahteraan karyawan yang masih belum terpenuhi, masih sering adanya konflik
interpersonal, dan terdapat karyawan yang belum bisa bertanggung jawab dalam
bekerja. Menurut peneliti dari hasil penelitian yang didapatkan tentu ada
beberapa pekerjaan yang bisa ditindaklanjuti oleh pimpinan Warung Dapoeer
Mantan, yakni meningkatkan penyediaan dan pemeliharaan sarana prasaran dalam menunjang keselamatan
kerja bagi karyawan, memberikan kesejahteraan yang lebih bagi karyawan untuk
memenuhi kebutuhan hidup mereka, dan yang paling penting mengadakan progam
pendidikan dan pelatihan bagi karyawan, serta meningkatkan perhatian dalam
penyelesaian konflik antara hubungan interpersonal.
Hasil dari penilitian ini tentu sangat mendukung hasil penelitian dari Sinaga (2020) yang menjelaskan bahwa motivasi kerja sangat berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh pekerjaan itu sendiri sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang mereka miliki. Selanjutnya juga mendukung penelitian dari Hermawan (2016) yang menyatakan bahwa peran motivasi kerja untuk mendorong karyawan dalam mengerahkan segala kemampuannya agar mampu menunjukan kinerja yang terbaik dalam melaksanakan pekerjaaanya yang tentunya didasarkan pada prestasi kerja, harapan pribadi, dan kepuasan karyawan.
SIMPULAN
Motivasi
kerja salah satu faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja karyawan
dalam perusahaan. Pasalnya karyawan cenderung bekerja lebih keras, jika
kesejahteraan dan kebutuhan mereka diperhatikan. Bahkan karyawan tidak
tanggung-tanggung untuk menunjukan performa mereka dalam bekerja berdasarkan
kemampuan yang mereka miliki dan bersedia untuk berkontribusi agar mampu
memperlancar pelaksanaan kerja di dalam
mencapai tujuan perusahaan secara berkelanjutan. Sedangkan Peranan motivasi
kerja dalam peningkatan kinerja karyawan di Warung Geprek Dapoeer Mantan dapat
dikatakan belum maksimal dan ini menjadi salah satu keterbatasan dari hasil
penelitian. Hal ini dikarenakan menurut penelitian perusahaan belum memahami
pentingnya peranan motivasi kerja untuk karyawan.
Padahal karyawan menyadari bahwa mereka akan meningkatkan intensitas kinerjanya bila perusahaan memberikan perhatian kepada para karyawan dengan memberikan berbagai bentuk motivasi mulai dari insentif, gaji, pengakuan, dan hal-hal yang menunjang kesejahteraan mereka, tetapi faktanya karyawan Warung Geprek Dapoeer Mantan belum mendapatkan kesejahteraan itu dan pimpinan cenderung apatis dalam hal kesejahteraan karyawan, tidak mencoba turut andil dalam menyelesaikan konflik hubungan interpersonal, dan cenderung kurang perhatian terhadap masalah tanggung jawab karyawan dalam bekerja. Untuk itu, peneliti menyarankan permasalahan- permasalahan dari hasil penelitian pada Warung Gerpek Dapoeer Mantan bisa dijadikan sebagai kajian selanjutnya agar mampu memberikan solusi bagi perusahaan dan memberika kesadaran kepada seluruh perusahaan bahwa peran motivasi kerja sangat penting dalam meningkatkan kinerja karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Anastacia, D., Irwan, N., & Agung, S. (2021). Peranan Motivasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Berbasis Kebutuhan. Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik, 3(2), 176-184.
Ekhsan, M. (2019). Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurna Ekonomi Dan Kewirausahaan, 13(1), 1-13.
Hermawan, A., & Noor, A. (2016). Peran Motivasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bina Banua Banjarmasin, 8(1), 65-76.
Jufrizen. (2018). Peran Motivasi Kerja Dalam Memoderasi Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. The National Conferences Management and Business, 405-424.
Murti, H., & Veronika, A. T. (2013). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Variabel Pemediasi Kepuasaan Kerja Pada PDAM Kota Madiun. Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi, 1(1), 10-17.
Pratiwi, N. I. (2017). Penggunaan Media Video Call Dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 1(2), 202-224.
Rahayu, D. W. S. (2021). Motivasi Konsumen Dalam Melakukan Pembelanjaan Online Di Kota Blitar. Jurnal Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(2), 1-10.
Rulianti, E., Giri, N., & Roni, A. (2021). Peran Motivasi Dalam Memediasi Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah, 4(2), 963-973.
Sinaga, A. S., Abdul, K., & Siti, M. (2020). Peranan Motivasi Kerja Dalam Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjung Bali. Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik, 2(1), 89-97.
Tewal, Bernhard, dkk. (2017). Perilaku Organisasi. Bandung: Cv. Patra Media Grafindo.
Penulis: Hendri Budi Santoso


Komentar
Posting Komentar