Langsung ke konten utama

JURNAL STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM INDUSTRI KRIPIK JAMUR BINTANG MAS DI KELURAHAN KAUMAN KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR

STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM INDUSTRI KRIPIK JAMUR BINTANG MAS DI KELURAHAN KAUMAN KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR

Hendri Budi Santoso

Universitas Islam Balitar

e-mail: hendribudi510@gmail.com

 

 

Abstrak

Strategi dalam pengembangan industri harus diterapkan secara optimal oleh pelaku usaha, sebab menjadi syarat mutlak agar perusahaan mampu berkembang dengan sangat pesat. Untuk itu, peneliti melakukan kegiatan penelitian pada Industri Rumahan Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor-faktor internal maupun eksternal dan untuk menentukan alternatif strategi dalam pengembangan UMKM industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan  teknik wawancara  dan dokumentasi dengan mengambil data primer dan skunder. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat faktor-faktor internal yang mempengaruhi  dalam pengembangkan industri Kripik Jamur Bintang Emas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, yakni memiliki kemampuan karyawan yang mempuni, memanfaatkan marketing digital, memiliki saluran distribusi yang cepat, dan memiliki pelayanan yang ramah dan baik. Sedangkan faktor eksternalnya, meliputi meningkatnya pendapatan perusahaan, meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam operasional usaha, dan mengadopsi berbagai strategi yang digunakan oleh pesaing. Alternatif strategi yang digunakan oleh perusahaan Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupten Blitar, yakni meningkatkan kapasitas kuantitas produksi secara berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pasar, memperluas hubungan kerja sama antara perusahaan dengan petani dan perusahaan dengan pelanggan, melakukan berbagai promosi diskon harga kripik jamur pada hari-hari tertentu, meningkatkan kualitas kemasan produk yang lebih kreatif.

Kata Kunci: Strategi, Industri, Pengembangan

Abstract
The strategy in industrial development must be implemented optimally by business actors, because it is an absolute requirement for the company to be able to develop very rapidly. For this reason, researchers carried out research activities on the Bintang Mas Mushroom Chips Home Industry in Kauman Village, Srengat District, Blitar Regency. This study aims to identify internal and external factors and to determine alternative strategies in developing UMKM for the Bintang Mas Mushroom Chips industry in Kauman Village, Srengat District, Blitar Regency. The research method used is the Qualitative Method. This research was conducted using interview and documentation techniques by taking primary and secondary data. The results of this study state that there are internal factors that influence the development of the Bintang Emas Mushroom Chips industry in Kauman Village, Srengat District, Blitar Regency, namely having qualified employees, utilizing digital marketing, having fast distribution channels, and having friendly service. and well. Meanwhile, external factors include increasing company revenues, increasing efficiency and effectiveness in business operations, and adopting various strategies used by competitors. Alternative strategies used by the Bintang Mas Mushroom Chips company in Kauman Village, Srengat District, Blitar Regency, namely increasing production quantity capacity sustainably to meet market demand, expanding cooperative relationships between companies and farmers and companies with customers, conducting various promotions of mushroom chips price discounts on certain days, improve the quality of product packaging that is more creative.

Keywords: Strategy, Industry, Development

PENDAHULUAN

Industri UMKM memiliki peranan yang esensial dalam  kontribusi PDB di Indonesia. PDB indonesia adalah suatu indikator yang dijadikan sebagai parameter untuk menilai pertumbuhan ekonomi dengan menganalisa dari pendapatan yang didapatkan dari seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. PDB sendiri itu berasal dari berbagai sektor mulai dari pertambangan, perdagangan, jasa, transportasi, UMKM dan lain sebagainya. Salah satu yang menjadi perhatian saat ini, yakni sektor UMKM yang bergerak di bidang makanan ringan. Terbukti jumlah UMKM Tahun 2021 telah mencapai 64,2 Juta dengan andil terhadap Product Domestic Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau setara dengan Rp 8.573,8 Triliun (Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah/Kemenkop UKM 2021). Justru tren dari pertumbuhan UMKM menjadi progresif, ketika pemerintah memberikan dukungan berbagai progam dan regulasi dengan harapan mendorong restrukturisasi pada konsumsi rumah tangga, investasi dan pengelolaan UMKM dengan akselerasi pemanfaatan teknologi digital guna melibatkan UMKM dalam sistem bisnis digital. Hal ini perlu dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan industri UKM yang ada di suatu wilayah. Namun pada kenyataanya menerapkan strategi pengembangan industri UMKM tidak mudah, sebab masih banyak permasalahan yang sering dialami oleh  pemilik usaha dalam melakukan pengembangan industri mikro kecil dan menengah. Banyak dari berbagai industri yang gagal dalam memajukan usahanya tentu perihal pelaku usaha yang kurang memahami faktor internal ataupun eksternal yang mempengaruhi usahanya, sebab faktor-faktor tersebut akan berimbas pada maju mundurnya perusahaan. Sehingga perlu langkah konkrit untuk menanggulangi ancaman dari berbagai faktor internal atau eksternal dalam mengoperasikan usaha. Khususnya dalam penentuan faktor-faktor dari dalam ataupun luar perusahaan  yang mempengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung dalam pengembangan industri usaha kecil mikro dan seringkali perusahaan belum optimal dalam memberikan resolusi untuk memecahkan permasalahan dalam menentukan strategi yang tepat guna melakukan pengembangan sektor usaha industri .

Untuk itu, peneliti mencoba melakukan kegiatan penelitian di Industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengindentifikasi faktor internal dan eksternal dan menyusun strategi pengembangan industri Kripik Jamur Bintang Mas di Desa Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Menurut Rudjito (dalam Ariyanto, 2021:35) menyatakan bahwa UMKM adalah usaha mikro kecil dan menengah yang memiliki kontribusi dalam perekonomian Indonesia yang mampu menciptakan lapangan kerja dan devisa negara. Pengembangan industri UMKM pangan sebagai penguatan pangan lokal dengan memaksimalkan berbagai sumber daya yang ada dan bisa menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Ada 60 persen usaha industri pangan dengan mayoritas UMKM. Penguatan kapasitas UMKM menjadi cara  yang strategis dalam meningkatkan perekonomian negara yang didasarkan pada penciptaan lapangan kerja baru dan memberi kontribusi PDB. Pengembangan industri pangan domestik berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk melalui pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah. Badan Pusat Stastistik (BPS) menjelaskan bahwa terdapat 99 Persen pelaku UMKM yang mampu menyerap 97 persen tenaga kerja baru. Menurut Soleh (Dalam Hemasdika, 2017) menyatakan pengembangan Industri UMKM pangan bisa didukung dengan berbagai sumber daya alam baik secara nabati atau hewani yang mampu untuk meningkatkan nilai tambah dari produk olahan. Seperti halnya industri kripik jamur yang termasuk bagian dari UMKM yang saat ini sedang diminati banyak kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan orang lanjut usia. Keberadaan kripik jamur sudah menjamur di berbagai wilayah,khususnya wilayah Blitar, seperti Industri kripik jamur tiram di desa Ploso Selopuro dan Industri Kripik Jamur Kauman Srengat. Kripik  jamur memang menjadi salah satu makanan ringan yang banyak disukai oleh masyarakat yang dikarenakan jamur memiliki harga yang murah dan kaya khasiatnya. Jamur dapat memberikan berbagai manfaat yang akan mampu mencegah penyakit darah tinggi, penyakit jantung, obat anemia, obat anti tumor (Asminar, 2020).

Jenis olahan kripik jamur yang sudah banyak dikembangkan oleh pelaku usaha,yakni jamur tiram, jamur kuping, dan jamur merang. Salah satu jenis jamur yang banyak diminati dan diburu oleh masyarakat adalah jarum tiram. Hal ini dikarenakan jamur jenis ini memiliki rasa yang enak dengan berbagai kandungan asam lemak jenuh dan polisakarida kitin yang tentunya dijamin aman dikonsumsi oleh masyarakat. Kebutuhan terhadap jamur tidak hanya sekedar terbatas pada permintaan jamur segar, melainkan usaha olahan jamur merupakan jenis bisnis yang menjanjikan (Frida, 2018. Adanya tanggapan pasar yang baik membuat pelaku usaha atau masyarakat mulai melakukan berbagai inovasi dengan berbagai aneka macam rasa. Kripik jamur menjadi camilan yang mampu menghipnotis berbagai golongan masyarakat untuk tertarik membeli olahan camilan kripik jamur.  Banyaknya minat masyarakat terhadap kripik jamur menjadikan peluang usaha yang menguntungkan, sebab banyak orang yang memanfaatkan jamur menjadi cemilan makanan ringan. Tingginya konsumsi masyarakat terhadap produk olahan kripik jamur membuat pelaku usaha kripik jamur makin memberikan prospek cemerlang. Terbukti di  Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat  sendiri terdapat Home Industry Kripik jamur yang tentunya menjadi usaha andalan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat dan wilayah Kauman Srengat. Industri Kripik Jamur Bintang Mas adalah salah satu perusahaan yang bergerak di sektor industri rumahan jenis makanan ringan yang berlokasi di Jl. Kawi Rt.02/Rw 03 Kauman Srengat Blitar. Industri kripik jamur ini menyediakan berbagai khas makanan olahan jamur dengan menawarkan berbagai cita rasa yang menjadi ciri khas dari industri rumahan yang menawarkan dengan harga dengan sedikit mahal namun memiliki produk yang berkualitas. Industri rumahan kripik jamur ini memproduksi kripik jamur menggunakan bahan baku jamur tiram jenis florida dengan alasan harganya sangat ekonomis dan persediaannya juga stabil. Sehingga mempermudah perusahaan dalam memproduksi secara massal pada setiap harinya. Industri rumahan kripik  jamur dalam per bulan  mampu memproduksi 450  produk olahan kripik jamur yang  terbagi menjadi 2 jenis ukuran kemasan mulai dari ukuran 110 Gram dan 250 Gram. Terkadang juga menjual jamur krispi dengan ukuran 450 Gram bilamana terdapat permintaan dari konsumen. Industri oalahan jamur krispi ini juga menawarkan  berbagai aneka rasa mulai dari rasa original, balado, dan balado pedas manis sebagai bentuk inovasi untuk menggait pangsa pasar baru. Dengan demikian, Industri Kripik Jamur Bintang Mas ini mampu menjadi penggerak dalam membangun budaya wilayah Kauman Srengat Blitar kepada masyarakat luas dengan dengan harapan mampu menjadikan daerah ini sebagai penghasil produksi olahan  kripik jamur unggulan di Kabupaten Blitar serta membantu memperkenalkan produk olahan jamur lokal khas Blitar kepada masyarakat atau kosumen dari berbagai wilayah di luar kawasan Blitar.

Metode penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022 yang berlokasi di Industri Kripik Jamur Bintang Emas Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Adapun metode penelitian yang digunakan, yakni Metode Kualitatif. Menurut Rusdiono (2019) penelitian kualitatif adalah  penelitian yang menggambarkan berbagai permasalahan dalam suatu fenomena atau kejadian secara spesifik yang menghasilkan data primer.Data yang digunakan dalam penelitian ini, yakni data primer dan skunder. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan  teknik wawancara  dan dokumentasi. Teknik wawancara dalam kegiatan penelitian ini dengan melakukan tanya jawab kepada  pemilik industri Kripik Jamur Bintang Emas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat dan melakukan kegiatan dokumentasi melalui situs internet.. Menurut Elsandra (2013) wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara komunikator dengan komunikan yang dilakukan secara lisan guna mengumpulkan informasi atau data agar hasil dari data tersebut bisa digambarkan dan dianalisa dengan teori yang ada. Sedangkan menurut Yanto (2019) dokumentasi adalah kegiatan menghimpun data dari berbagai arsip atau dokumen yang dimiliki oleh perusahaan yang berupa konten internet dan dokumen-dokumen informasi yang mendukung penelitian. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan  melakukan wawancara kepada  respoden pemilik industri Keripik Jamur Bintang Emas Keluran Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

Menurut Rahayu (2021) Teknik analisis data merupakan kegiatan menganalisis data dari hasil informasi yang telah dihimpun dari responden. Analisis data yang digunakan unuk menganalisa data penelitian, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Pengumpulan data dari penelitian adalah satu langkah untuk mengumpulkan  informasi dari subjek yang dijadikan sampel. Reduksi data merupakan kegiatan penggolongan data yang tidak diperlukan guna menghasilkan informasi yang valid. Penyajian data adalah untuk menyajikan sekumpulan data yang akan mudah dimengerti oleh pembaca dari sekumpulan informasi yang telah  disusun secara terorganisir. Sedangkan kesimpulan dan verifikasi adalah kegiatan  mencari arti dari setiap data atau informasi yang telah dihimpun dengan mengaitkan antara hubungan, atau perbedaan guna melakukan kesimpulan sebagai solusi setiap permasalahan yang diteliti.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kondisi Lokasi Penelitian

Kelurahan kauman adalah suatu desa yang berada di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar yang memiliki wilayah seluas 2,2 Km2 yang menempatkan posisi sebagai wilayah terkecil ketiga di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Wilayah Kauman terletak di sebelah selatan Srenagt yang menjadi pembatas dengan wilayah kelurahan Srengat di sebelah Utara. Kelurahan kauman terbagi menjadi 13  (RT) Rukun Tetangga  dan 4 (RW) Rukun Warga. Jumlah penduduk yang ada di wilayah Kelurahan Kauman sejumlah 3.329 Jiwa  yang terbagi dalam 1.609 yang berjenis kelamin laki-laki dan 1.720 berjenis kelamin perempuan dengan tingkat kepadatan 1.513 Jiwa. Batas wilayah kelurahan Kauman adalah sebelah utara yaitu kelurahan Srengat, Dandong, dan Kendalrejo, sebelah timur yaitu Kelurahan Dandong dan Desa Kandangan, Sebelah selatan yaitu kelurahan wonorejo dan Desa Kandangan, sedangkan sebelah barat yaitu kelurahan Srengat.  

Kelurahan Kauman Srengat salah satu desa yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah Srengat dimana daerah kauman ini terbilang desa maju yang dimana memiliki berbagai sumber daya yang mampu dimanfaatkan dengan baik mulai dari sektor perternakan, pertanian, perdagangan, industri dan lain sebagainya. Meskipun dalam pengelolaannya masih belum optimal. Kelurahan Kauman sendiri juga terdapat industri rumahan yang menjadi unggulan wilayah Kauman Srengat, yakni Industri produksi rumah Kripik Jamur Bintang Mas. Industri kripik jamur ini  berdiri pada tahun 2012 dengan modal awal 100 ribu. Pendirian industri kripik jamur ini termotivasi karena pada saat itu kripik jamur permintaanya pasarnya masih belum tinggi dan ditambah masih belum ada industri kripik jamur tersebut. Sehingga pendirinya berinisiatif untuk mendirikan di wilayah Kauman, serta menjadi satu-satunya industri kripik jamur yang ada di Kelurahan Kauman yang menjadikan eksistensi usahanya menjadi industri khas di wilayah kauman Srengat.

Selain itu juga didasarkan pada faktor geografis yang mana dekat dengan sumber bahan baku yang diambil langsung dari para petani yang ada di wilayah Kauman dan sekitarnya. Ketersediaan air yang bersih di wilayah Kauman juga menjadi faktor pemicu dari hasil olahan kripik jamur yang diproduksi dari segi kualitas menjadi baik. Untuk wilayah pemsaran Kripik Jamur Bintang Emas ini paling mendominasi di daerah luar Kauman yang mana terbukti pangsa pasar dari penjualan kripik jamur ini mampu menembus wilayah Srengat, Kediri, Malang, dan Kota Blitar.Walupun segementasi pasarnya cukup luas, tetapi pemasaran yang paling minoritas malah di daerah Kauaman itu sendiri. Hal ini dikarenakan tingkat permintaan terhadap kripik jamur sangat rendah, harga yang dipatok juga terbilang mahal, dan adanya pesaing yang selalu bermain harga di bawah pasar. Sehingga itu menjadi tugas rumah bagi perusahaan agar mampu dalam menyelesaikan permalahan khususnya dalam meningkatkan penjulan di Kelurahan Kauman. Sistem penjualan yang digunakan oleh industri Kripik Jamur Bintang Emas, yakni menggunakn sistem konsinyasi, penjualan berdasarkan pesanan, dan penjualan langsung. Adapun data omset penjualan Kripik Jamur Bintang Mas periode 2018-2021 yang dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 1. Data Omset Penjualan Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

Tahun Penjualan

Rata-Rata Pendapatan Bruto per Bulan

Omset  Penjualan

2018

5.000.000

60.000.000/Tahun

2019

6.000.000

72.000.000/Tahun

2020

3.000.000

36.000.000/Tahun

2021

4.000.000

48.000.000/Tahun

Indentifikasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal

Hasil dari indentifikasi dari faktor internal ataupun eksternal dalam pengembangan industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, yakni:

Tabel 2. Indentifikasi Faktor Internal dan Eksternal dalam Pengembangan Industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Faktor Internal

Kekuatan

Kelemahan

Keuangan

 

 

 

 

 

Sumber Daya Manusia

 

 

 

 

 

Pemasaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Produksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Distribusi

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelayanan

 

 

 

 

Harga

 

 

 

 

 

 

 

 

-Memiliki kemampuan karyawan yang mempuni.

-Memiliki SDM yang Dapat mengerjakan semua bidang kegiatan operasional

 

-Sering menggunakan sampel produk untuk menarik konsumen

-Menggunakan  sistem pemasaran konsinyasi, pesanan, dan penjualan langsung

-Memanfaatkan marketing digital berupa Watsapp dan Instagram.

-Memiliki wilayah pemasaran yang luas.

 

 

-Memproduksi produk kripik jamur yang berkualitas

-Menggunakan bahan baku jamur segar langsung dari petani

-Menggunakan bahan baku bjenis jamur tiram

-Memiliki aneka rasa

-menawarkan berbagai  produk dengan jenis ukuran kemasan yang berbeda.

-Memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh

 

-Memiliki saluran distribusi yang cepat

 

 

 

 

 

 

 

-Memiliki pelayanan yang ramah dan baik.

-Tanggap terhadap pemesanan produk kripik jamur dari konsumen

 

-Kurangnya permodalan

-Tidak menggunakan pembukuan akuntansi

-Kurangnya manajemen keuangan yang baik


-Kurangnya jumlah tenaga kerja

-Minimnya pengelolaan sumber daya manusia

-Tidak adanya spesialisasi SDM sesuai posisi pekerjaan

 

-Kurangnya kegiatan pomosi secara konvensional atau offline

-Belum mampu mengoptimalkkan platform digital sebagai media pemasaran

-Kurangnya pengetahuan dalam kegiatan pemasaran

-Kurangnya strategi pemasaran

-Kurangnya pemasaran produk di lingkungan industri

 

 

 

-Masih menggunakan perlatan produksi manual dan tidak menggunakan teknologi produksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-Pengiriman produk kripik jamurnya terkadang  masih lambat dan belum terjadwal dengan baik.

-Sarana transportasi distribusi masih belum memadai

-Kurangnya tenaga manusia dalam distribusi produk

-Adanya jarak yang jauh dari  lokasi distribusi dengan industri

 

 

 

 

 

 

 

-Memiliki harga yang lumayan mahal.

Tabel 3. Indentifikasi Faktor Internal dan Eksternal dalam Pengembangan Industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Faktor Eksternal

Peluang

Ancaman

Ekonomi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Politik dan Hukum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teknologi

 

 

 

 

 

 

Sosial Budaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pesaing

-Mampu ekpansi usaha

-Mampu membuka segmen pasar baru

-Meningkatkan permintaan produk kripik jamur

-Meningkatkan penjualan

-Mengembangkan dan memajukan industri kripik jamur bintang emas

-Meningkatkan pendapatan perusahaan

 

-Meningkatkan hubungan dan kerja sama antar pemerintah dan perusahaan.

-Medapatkan berbagai subsidi dari segi permodalan, pemasaran, produksi, dan lain-lain.

-Dapat mempermudah mendapatkan izin usaha

-Diberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, kompetensi, dan keahlia

 

-Adanya hubungan politik kerja sama antar perusahaan dengan pemerintah daerah

-Mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dalam pengembangan industri kripik jamur

-Adanya perlindugan hukum

-Pemerintah membantu dalam menjaga keamanan usaha

 

-Adanya pemanfaatan teknologi canggih dalam operasional usaha

-Dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam operasional usaha

 

-Mampu memperkenalkan kripik jamur kepada masyarakat Kelurahan Kauaman Srengat

-Menjadikan kripik jamur sebagai produk khas dari kelurahan Kauaman Srengat.

-Meningkatkan pendapatan bagi petani jamur

 

-Mampu mengadopsi berbagai strategi yang digunakan oleh pesaing.

-Mampu mencari berbagai kelemahan dari para pesaing.

-Adanya inflasi harga bahan baku dan produk jadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-Adanya pencabutan izin usaha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-Masih terdapat pelemahan hukum dalam kegiatan usaha

-Masih rendahnya pengawasan berbagai usaha.

-Belum meratanya bimbingan teknis terhadap suatu usaha

 

 

 

 

 

 

 

-Banyaknya yang menggunakan teknologi canggih dalam kegiatan usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-Munculnya pesaing baru yang memproduksi dan menjual produk yang sama.

-Tidak mampu bersaing dengan industri yang sama yang memiliki eksistensi yang sudah ada sejak lama

 

Indentifikasi Faktor Kekuatan

Indentifikasi faktor kekuatan yang terdapat dalam Industri Kripik Jamur Bintang Mas, meliputi: (1) Memiliki kemampuan yang mempuni. (2) Memiliki SDM yang Dapat mengerjakan semua bidang kegiatan operasional. (3) Sering menggunakan sampel produk untuk menarik konsumen. (4) Menggunakan  sistem pemasaran konsinyasi, pesanan, dan penjualan langsung. (5) Memanfaatkan marketing digital berupa Watsapp dan Instagram. (6) Memiliki wilayah pemasaran yang luas. (7) Memproduksi produk kripik jamur yang berkualitas. (8) Menggunakan bahan baku jamur segar langsung dari petani. (9) Menggunakan bahan baku jenis jamur tiram. (10) Memiliki aneka rasa. (11) Menawarkan berbagai  produk dengan jenis ukuran kemasan yang berbeda. (12) Memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. (13) Memiliki saluran distribusi yang cepat. (14) Memiliki pelayanan yang ramah dan baik. (15) Tanggap terhadap pemesanan produk kripik jamur dari konsumen.

Indentifikasi Faktor Kelemahan

Indentifikasi faktor kelemahan yang terdapat dalam industri Kripik Jamur Bintang Mas, meliputi: (1) Kurangnya permodalan. (2) Tidak menggunakan pembukuan akuntansi. (3) Kurangnya manajemen keuangan yang baik. (4) Kurangnya jumlah tenaga kerja. (5) Minimnya pengelolaan sumber daya manusia. (6) Tidak adanya spesialisasi SDM sesuai posisi pekerjaan. (7) Kurangnya kegiatan pomosi secara konvensional atau offline. (8) Belum mampu mengoptimalkkan platform digital sebagai media pemasaran. (9) Kurangnya pengetahuan dalam kegiatan pemasaran. (10) Kurangnya strategi pemasaran. (11) Kurangnya pemasaran produk di lingkungan industri. (12) Masih menggunakan perlatan produksi manual dan tidak menggunakan teknologi produksi. (13) Pengiriman produk kripik jamurnya terkadang  masih lambat dan belum terjadwal dengan baik. (14) Sarana transportasi distribusi masih belum memadai. (15) Kurangnya tenaga manusia dalam distribusi produk. (16) Adanya jarak yang jauh dari  lokasi distribusi dengan industri. (17) Memiliki harga yang lumayan mahal.

Indentifikasi Faktor Peluang

Indentifikasi faktor peluang yang terdapat dalam Industri Kripik Jamur Bintang Mas, meliputi: (1) Mampu ekpansi usaha. (2) Mampu membuka segmen pasar baru. (3) Meningkatkan permintaan produk kripik jamur. (4) Meningkatkan penjualan. (5) Mengembangkan dan memajukan industri kripik jamur bintang emas. (6) Meningkatkan pendapatan perusahaan. (7) Meningkatkan hubungan dan kerja sama antar pemerintah dan perusahaan. (8) Medapatkan berbagai subsidi dari segi permodalan, pemasaran, produksi, dan lain-lain.(9) Dapat mempermudah mendapatkan izin usaha. (10) Diberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, kompetensi, dan keahlian. (11) Adanya hubungan politik kerja sama antar perusahaan dengan pemerintah daerah. (12) Mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dalam pengembangan industri kripik jamur. (13) Adanya perlindugan hukum. (14) Pemerintah membantu dalam menjaga keamanan usaha. (15) Adanya pemanfaatan teknologi canggih dalam operasional usaha. (16) Dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam operasional usaha. (17) Mampu memperkenalkan kripik jamur kepada masyarakat Kelurahan Kauaman Srengat. (18) Menjadikan kripik jamur sebagai produk khas dari kelurahan Kauaman Srengat. (19) Meningkatkan pendapatan bagi petani jamur.(20) Mampu mengadopsi berbagai strategi yang digunakan oleh pesaing. (21) Mampu mencari berbagai kelemahan dari para pesaing.

Indentifikasi Faktor Peluang

Indentifikasi faktor ancaman yang terdapat dalam Industri Kripik Jamur Bintang Mas, meliputi: (1) Adanya inflasi harga bahan baku dan produk jadi. (2) Adanya pencabutan izin usaha. (3) Masih terdapat pelemahan hukum dalam kegiatan usaha. (4) Masih rendahnya pengawasan berbagai usaha.(5) Belum meratanya bimbingan teknis terhadap suatu usaha. (6) Banyaknya yang menggunakan teknologi canggih dalam kegiatan usaha. (7) Munculnya pesaing baru yang memproduksi dan menjual produk yang sama. (8) Tidak mampu bersaing dengan industri yang sama yang memiliki eksistensi yang sudah ada sejak lama.

Alternatif Strategi Pengembangan Industri Kripik Jamur Bintang Mas

Alternatif strategi yang digunakan oleh perusahaan Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupten Blitar menggunakan analisis SWOT yang dapat dirumuskan dan digambarkan ke dalam Matrik SWOT dengan 4 alternatif strategi, yakni: 

Tabel 4 Alternatif Strategi Pengembangan Industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Strategi SO

1.Meningkatkan kapasitas kuantitas produksi secara berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pasar.

2.Melakukan penguatan Branding perusahaan dan produk kripik jamur  agar mampu membangun citra perusahaan secara positif di lingkungan masyarakat.

3. Memanfaatkan kripik jamur yang sudah kadaluarsa diolah kembali menjadi limbah agar tetap memiliki Product Value.

4. Menerapkan konsep CSR (corporate social responsibility).

5. Meningkatkan Total Quality Management (TQM) terhadap seluruh departementasi mulai pemasaran, keuangan, dan produksi.

Strategi WO

1.Memperluas hubungan kerja sama antara perusahaan dengan petani dan perusahaan dengan pelanggan.

2.Membuka saluran investasi untuk meningkatkan permodalan guna memperluas lini usaha.

3.Membuat formula baru untuk meminimalisir kegagalan dengan melakukan penelitian.

Strategi ST

1.Melakukan berbagai promosi diskon harga kripik jamur pada hari-hari tertentu.

2.Melakukan deferensiasi produk dengan cara memanfaatkan bahan baku jamur untuk menciptkan produk dengan jenis baru.

3.Membentuk dan menggembangkan Reseller sebagai instrument untuk memperkenalkan dan memasarkan Kripik Jamur Bintang Mas.

4. Dapat meningkatan penjualan dengan mengaplikasikan dengan berbagai  Digital Marketing secara tepat   sesuai dengan target pasar yang dipilih.

 

Strategi WT

1.    Meningkatkan kualitas kemasan produk yang lebih kreatif.

2.    Memberikan berbagai aneka rasa pedas, manis, dan rasa pedas manis.

3.    Menjaga kualitas dan cita rasa produk dari segi tekstur, rasa, dan kapasitas isi produk.

Hasil penelitian ini sangat mendukung penelitian dari Hemasdika (2017) yang menyatakan bahwa strategi pengembangan Industri Tempe di Desa Karangtengah Prandon Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi memiliki strategi alternatif yang dapat diterapkan dalam industri UMKM, yakni memperbaiki maajemen keuangan, memperbaiki kemasan, dan memperluas jaringan pemasaran. Selain itu juga mendukung penelitian dari Sakina (2018) menjelaskan bahwa srategi dalam pengembangan usaha kripik pisang Flamboyan dengan cara mempertahankan peluang permintaan produk yang meningkat dan mempertahankan strategi promosi, serta meningkatkan hubungan baik dengan distributor.

SIMPULAN

Kelurahan kauman adalah suatu desa yang berada di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar yang memiliki wilayah seluas 2,2 Km2 yang menempatkan posisi sebagai wilayah terkecil ketiga di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Kelurahan Kauman sendiri juga terdapat industri rumahan yang menjadi unggulan wilayah Kauman Srengat, yakni Industri produksi rumah Kripik Jamur Bintang Mas. Industri kripik jamur ini  berdiri pada tahun 2012 dengan modal awal 100 ribu. Pendirian industri kripik jamur ini termotivasi karena pada saat itu kripik jamur permintaanya pasarnya masih belum tinggi dan ditambah masih belum ada industri kripik jamur tersebut. Adapun indentifikasi dari faktor internal ataupun eksternal dalam pengembangan industri Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, yakni: memiliki kemampuan karyawan yang mempuni, menggunakan  sistem pemasaran konsinyasi, pesanan, dan penjualan langsung, Memproduksi produk kripik jamur yang berkualitas, menggunakan bahan baku jamur segar langsung dari petani. Sedangkan alternatif strategi yang digunakan oleh perusahaan Kripik Jamur Bintang Mas di Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupten Blitar, yakni meningkatkan kapasitas kuantitas produksi secara berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pasar,

melakukan deferensiasi produk dengan cara memanfaatkan bahan baku jamur untuk menciptkan produk dengan jenis baru, menjaga kualitas dan cita rasa produk dari segi tekstur, rasa, dan kapasitas isi produk.

DAFTAR PUSTAKA

Ariyanto, Aris, dkk. (2021). Entrepreneurial Mindsets and Skills. Solok: Cv.Insan Cendekia Mandiri.

Asminar. (2020). Strategi Pengembangan Keripik Jamur Tiram Putih Di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Jurnal Agri Sains, 4(2), 93-107.

Elsandra, Y., & Ardhian, A. Y.(2013). Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Usaha Kecil Menengah Berbasis Industri Kreatif  Melalui ICT.

Frida, A. D. S., Suprapti, S., &  Setyowati. (2018). Strategi Pemasaran Olahan Jamur Tiram Putih Jempol Tri Jamur Dengan Metode Boston Consulting Group Kabupaten Madiun. Agrista, 6(1), 8-16.

Hemasdika, H. N., Nuning, S., & Setyowati. (2017). Strategi Pengembangan Industri Keripik Tempe di Desa Karangtengah Prandon Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Agrista, 5(3), 364-375.

Rusdiono. (2019). Peran Media Sosial Sebagai Upaya Pemasaran Bisnis Online Shop Pada Online Shop Antler Makeup. Jurnal Sekretari dan Manajemen, 3(2), 195-202.

Sakina, S., & Dance, T. (2018). Strategi Pengembangan Usaha Kripik Pisang Pada Industri Flamboyan Di Kelurahan Panau Kecamatan Taweli Kota Palu. E-J.Agrotekbis, 6(3), 371-378.

Yanto, T. (2019). Pemahaman Pengertian Kreativitas, Inovasi Kewirausahaan Dan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Pawitan XXVI, 1(1), 17-24.


Penulis: Hendri Budi Santoso





 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR Instansi di sektor jasa dalam operasionalnya selalu memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penerima layanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk indikator untuk memastikan pelayanan yang diberikan susuai SOP. Kualitas pelayanan merupakan suatu ukuran tingkat pelayanan yang mampu diberikan sesuai harapan masyarakat (Marianus, dkk, 2022). Apalagi instansi   yang cakupannya dalam pelayanan publik tentu wajib memperhatikan kepuasaan masyarakat. Menurut Kotler (dalam Febrianto, 2023) kepuasan masyarakat adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul dalam diri seseorang atas persepsi yang terbentuk dari perbandingan hasil kinerja dengan harapan yang diinginkan sebelumnya.     Kepuasaan masyarakat sendiri bagian dari output keberhasilan isntansi dalam memberikan pelayanan kepada publik maka perlu penerapan excellent service perihal pelaksanaan pelayanan prima. P...

PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025

  PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025 Program makan bergizi gratis (MBG) adalah program strategis nasional yang dicanangkan oleh presiden RI ke 8 yang bertujuan untuk meningkatkan SDM   para generasi muda dengan   memperbaiki gizi anak dan ibu hamil dengan harapan generasi bangsa bisa lebih cerdas, produktif dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik melalui kontribusi pelaku UMKM dan peningkatan lapangan kerja. Program ini terbilang bagus, sebab ini bagian respon langsung terhadap berbagai tantangan nutrisi bagi anak-anak dan remaja yang kekurangan gizi. Berdasarkan data survey Status Gizi   Indonesia (SSGI) yang mencatat adanya penurunan stunting nasional dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8 % pada 2024. Meski ada penurunan pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stanting nasional menjadi 14,2 % pa...

FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

  FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH Sekarang ini pemasaran online bukan lagi menjadi hal asing bagi masyarakat Indonesia terkhusus untuk pengusaha yang berskala mikro, kecil, menengah dan besar yang bersama-sama berupaya untuk memanfaatkan media digital sebagai instrumen untuk mengaplikasikan strategi pemasaran baru yang memiliki banyak peluang untuk memperluas dan menguasai pasar lokal dan dunia. Pemasaran online sendiri sudah tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan sosial dimana hampir seluruh masyarakat indonesia menggunakan media digital sebagai media efektif untuk melakukan penjualan dan pembelian berbagai jenis barang mulai baju, furniture, elektronik, makanan, minuman dan sebagainya. Adanya trend permintaan yang tinggi terhadap pembelian secara online tentu bisa menjadi cara   untuk meningkatkan omset penjualan. Adapun pemasaran online yang sering digunakan oleh para pembi...