INSIDEN KEBAKARAN PADA KAWASAN TERMINAL BBM DEPO PERTAMINA PLUMPANG BERPOTENSI MENGGANGGU PASOKAN DAN MEMICU KENAIKAN HARGA BBM DI JABODETABEK
INSIDEN KEBAKARAN PADA KAWASAN TERMINAL BBM DEPO PERTAMINA PLUMPANG BERPOTENSI MENGGANGGU PASOKAN DAN MEMICU KENAIKAN HARGA BBM DI JABODETABEK
Kemarin di Ibu Kota Jakarta
baru saja terkena kejadian yang tragis dimana terdapat insiden kebakaran yang
terjadi di Depo Bahan Bakar Minyak Plumpang yang berlokasi di Jakarta Utara
sekitar 20.30 Wib. Kejadian tersebut diduga ada beberapa hal, yaitu Pertama, insiden
tersebut terjadi ketika melakukan pengisian atau penerimaan minyak jenis
pertamax dari Balongan yang diterima di Depo Plumpang dan
akhirnya terjadi gangguan teknis yang mengakibatkan tekanan yang over yang
membuat munculnya peristiwa kebakaran. Sedangkan yang Kedua, kebakaran diindikasi
akibat meledaknya pipa BBM di kawasan Depo TBBM Jakarta Utara. Kejadian tersebut mengakibatkan belasan orang tewas
dan puluhan orang luka-luka, serta ribuan orang mengungsi. Adanya insiden
tersebut tentu akan merugikan PT. Pertamina sekitar milyaran rupiah karena
harus mengkompensasi kerugian untuk rumah-rumah warga yang rusak terbakar,
harus membayar perawatan masyarakat yang luka-luka, mengungsi, meninggal serta
melakukan, relokasi, rekontruksi dan proteksi terhadap sarana dan prasarana
untuk improvisasi operasional depo TBBM di Plumpang, Jakarta Utara agar kembali
stabil. Selain itu juga akan mengganggu
pasokan BBM yang memicu kemacetan distribusi ke berbagai wilayah di Jakarta dan
sekitarnya. Hal itu wajar saja karena
Depo BBM di Plumpang salah satu Terminal Bahan Bakar Minyak yang sangat vital
yang menyuplai BBM di area Jabodetabek sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian
di Indonesia atau sekitar 25 persen dari total SPBU Pertamina dengan kapasitas
tangki timbun sebesar 291.889 Kiloliter yang menyalurkan barbagai varian produk
mulai dari Premium, Bio Solar, Dex, Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo
melalui terminal Automation System (TAS)
berkelas dunia yang disebut New Gantry System.
Insiden kebakaran
tersebut tentu akan menimbulkan masalah dalam kegiatan supply dan distribusi BBM
yang terganggu di Jabodetabek. Meskipun pasokan tersebut akan replace dari Depo
lain untuk mencover Depo yang kebakaran tadi, tapi itu tetap menghambat
penyaluran BBM di Jabodetabek, sebab Depo Plumpang salah satu depo vital yang
memiliki sumbagsih besar terhadap tranfusi BBM bagi masyarakat Jabodetabek dan
belum lagi ketika pasokan di take over
dari Depo lain tentu akan mengganggu Depo yang memasok ke Jabodetabek tadi,
sebab Kapasitasnya menjadi berkurang dikarenakan harus sharing dengan wilayah
yang terkena insiden kebakaran dan juga distribusi BBM ke Jabodetabek juga
tidak optimal seperti sebelumnya yang memicu akan terjadi kenaikan harga BBM jika itu tidak segera di tanggulangi ditengah-tengah tingkat permintaan BBM di
Jakarta dan sekitarnya sangat tinggi. Oleh karena itu, penulis mempersepsikan
bahwa pendirian Depo BBM harus jauh dari pemukiman warga dengan jarak sekitar
puluhan atau ratusan Meter. Setelah itu harus diperiksa dan monitoring secara
berkala dan harus meningkatkan sistem proteksi agar kejadian kebakaran di Depo
BBM tidak terulang kembali.
Penulis:
Hendri Budi Santoso


Komentar
Posting Komentar