MAINAN
TRADISIONAL LATO-LATO BISA JADI LAHAN CUAN
Di era saat ini, segala sesuatu yang berbau digital menjadi hal yang perioritas. Hal ini terjadi dikarenakan dunia sudah megalami peradaban yang serba canggih. Adanya sistem digital memberikan kemudahan segala aktivitas yang dilakukan manusia yang membuat seluruh kegiatan bisa menjadi lebih cepat, seperti kegiatan urusan rumah tangga, kegiatan produksi, kegiatan hiburan, penyampaian informasi dan lain sebagainya. Bahkan saat ini sektor hiburan yang berbasis digital lagi Booming di kalangan pemuda yaitu game online. Game online adalah permainan yang menggunakan jaringan internet yang menjadikan teknologi menjadi instrumen operasionalnya. Berdasarkan laporan We Are Social menyatakan jumlah pemain game online sebesar 94,5 % pengguna internet berusia 16-64 Tahun 2022 yang menjadikan Indonesia menjadi negara dengan jumlah pemain game online terbanyak ketiga di dunia.
Di Tengah-tengah tingginya peminat terhadap permainan game online, ternyata terdapat pula permainan tradisional yang saat ini lagi menjadi primadona seluruh kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, dewasa, sampai orang tua yaitu permainan lato-lato. Permainan lato-lato adalah jenis permainan tradisional yang ditemukan di Indonesia tentunya sangat ikonik sejak zaman 1990an terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perdesaan. Asal kata Lato-Lato berasal dari bahasa Bugis yang berada di daerah Makassar. Sedangkan sebutan permainan ini di wilayah Jawa disebut Etek-Etek. Meskipun banyak ditemukan di Indonesia sejak zaman dahulu, tetapi pada kenyataannya permainan ini muncul pertama kali sejak 1960-an dan mulai populer tahun 1970-an di Amerika yang dikenal dengan sebutan Clankers. Permainan tradisional ini dulunya sudah pernah terkenal di Tahun 1990-an sampai Tahun 2003 di Indonesia tetapi akhirnya lenyap dimakan oleh zaman. Namun saat ini, permainan tradisional tersebut tiba-tiba mendadak mulai viral di Indonesia dikarenakan ada anak-anak yang bermain Lato-Lato dan diupload di Media Sosial. Ditambah lagi eksistensi permainan tradisional ini semakin populer disebabkan setelah permainan Lato-Lato ini dimainkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil pada beberapa waktu yang lalu yang membuat kepopuleran permainan tradisional ini menjadi melejit bahkan hampir seluruh provinsi berbondong-bondong memainkan permainan Lato-Lato ini.
Sumber: Gonews
Hadirnya
permainan tradisional ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat khusunya
anak-anak, sebab permainan tradisional ini mampu mengurangi anak-anak dari kecanduan
permainan gadget yang sangat buruk
bagi kesehatan anak, mampu meningkatkan motorik dan konsentrasi anak pada usia
dini, serta mampu menigkatkan afiliasi sosial. Disisi lain, permainan
tradisional ini tidak hanya berdampak baik bagi kesehatan dan sosial anak, tetapi juga bisa dijadikan sebagai lahan
untuk mencari pendapatan tambahan bagi masyarakat. Meningkatkan trend permainan
ini dikalangan masyarakat membuat daya permintaan terhadap permainan
tradisional ini semakin tinggi yang menjadikan masyarakat berinisiatif untuk
menjual berbagai mainan Lato-Lato ini sebagai sumber pendapatan tambahan.
Apalagi harga permainan ini sangat hemat di kantong dimana hanya menyiapkan
uang Rp 8.000 saja sudah dapat memiliki dan memainkan permainan Lato-Lato ini. Sebagai
informasi bahwa permainan tradisional ini mulai dipasarkan sejak November 2022.
Penjualan tertinggi permainan tradisional ini ketika menjelang tahun baru 2023
yang membuat omset penjualan para pedagang di barbagai wilayah menjadi
meningkat 2 kali lipat. Sebagai contoh salah satu penjual yang bernama Eliana
yang sudah berjualan di Gedung Biru Asemka di Jakarta selama 1,5 Tahun
mengatakan bahwa dia sudah menjual Lato-Lato sejak 2 Bulan yang lalu. Katanya
dalam sehari dia mengaku bisa menjual 5 Karung Lato-Lato dengan setiap 1 karung
berisi 500-600 pasang yang membuat Eliana dapat menjual hingga 3.000 pasang per
harinya dengan berbagai harga yang bervariasi yang berdasarkan pada bahan dan
ukurannya. Untuk kisaran hargan grosirnya dibandrol Rp 48.000-Rp 60.000 Selusin.
Untuk harga Lato-lato secara ritel mula dari Rp 10.000-Rp 25.000 per pasang.
Sebagai
contoh lagi menurut pedagang buah bernama Antar Margono warga Seyegan,
Cebongan, Sleman Yogyakarta mengaku setelah menjual Lato-Lato sebagai jualan
sampingan sebagai cara untuk memanfaatkan momen viralnya mainan Lato-Lato.
Beliau mulai menjual sejak bulan Desember 2022 yang mengungkapkan meski belum genap
1 bulan beliau mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 500.000-1,5 Juta per Harinya
dengan kisara Rp 10.000-15.000 per Pasang,tetapi pada hari tertentu seperti
Tahun Baru dijual dengan harga Rp 20.000 per pasang. Dari contoh teersebut
penulis bisa berpendapat bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah sangat
cerdas. Pasalnya mereka mampu melihat didepan matanya akan peluang untuk meraup
pundi-pundi uang melalui produk yang lagi ngetrend atau viral pada saat ini. Menurut
teori ekonomi jenis usaha yang dijalankan pada periode tertentu saja, biasanya
menjelang perayaan besar atau produk
tersebut dianggap viral pada periode tertentu disebut Bisnis Musiman. Walau
usaha yang sedang viral ini bisa menjadi peluang untuk mengais pendapatan
lebih, tetapi usaha ini semata merta jangan sampai dijadikan sebagai sumber pendapatan
utama. Karena usaha berdasarkan trend ini hanya akan ada sementara waktu
dan tentu akan turun keberadaan citranya
seiring berjalannya waktu. Sekali lagi
penulis sangat mengapresiasi untuk seluruh masyarakat yang mampu
memanfaatkan peluang usaha ditengah-tengah viralnya permainan tradisional ini
yang disebut Lato-Lato.
Penulis:
Hendri Budi Santoso



Komentar
Posting Komentar