Langsung ke konten utama

PRODUKTIVITAS


Dalam kegiatan produksi tentu sering mendengar kata produktivitas. Apalagi di tingkat perusahaan sudah sangat populer kata tersebut. Namun yang jadi pertanyaan. Apa sih Produktivitas itu? Apa pengaruh produktivitas terhadap produksi? Tentu produktivitas itu saling berkaitan dengan sistem produksi di Perusahaan dan pengaruhnya sangat erat, sebab produktivitas itu dapat mempengaruhi tingkat produksi suatu barang. Mengapa demikian? Karena produktivitas digunakan untuk mengukur dan menilai kemampuan kinerja produksi dan kegiatan departemen lainnya dalam perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengulas lebih lanjut, mari simak teori Ekonomi Hendrian berikut ini:

 

A.   Produktivitas

Produktivitas adalah sebuah kemampuan perusahaan dalam menciptakan segala sesuatu yang diinginkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. Produktivitas sendiri biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kemampuan tingkat produksi seberapa efektifkah perusahaan dalam mengelola faktor produksi yang dimana ketika perusahaan mampu menciptakan barang dan jasa dengan biaya yang rendah, tetapi dengan kuantitas produksi yang banyak dan berkualitas. Secara otomatis, perusahaan itu sudah layak dikatakan produktif. Produktivitas ini sebenarnya sangat penting untuk seluruh departementasi, seperti bagian keuangan, pemasaran, personalia, organisasi, dan produksi. Sehingga produktivitas tidak hanya indentik terhadap departemen produksi saja, tetapi juga digunakan untuk mengevaluasi seluruh sektoral bisnis agar perusahaan bisa mengetahui variabel mana yang harus diperbaiki, dipertahankan, dan ditingkatkan. Untuk itu, istilah produktivitas ini menjadi sangat populer di kalangan bisnis, sosial, politik, dan sebagainya.

 

B.     Tujuan Produktivitas

Perusahaan dalam menggunakan konsep produktivitas ini tidak mungkin mengaplikasikan tanpa adanya tujuan. Banyak sekali tujuan yang diinginkan perusahaan dari teori produktivitas ini. Namun tujuan utama dari perusahaan menggunaka konsep produktivitas ini yakni mengetahui informasi rasio mana yang tepat digunakan dari semua jenis nilai produktivitas yang ada dan mengetahui produktivitas pada nilai tambah yang nantinya untuk menilai tingkat produktivitas dan pembagian hasilnya. Selain itu nilai tambahan ini bersumber dari pembagian hasil produksi pada tingkatan ekonomi. Selain itu terdapat tujuan lainnya, di antaranya untuk mengetahui tingkat pemanfaatan sumber daya yang ada, mengukur tingkat produksi, menilai cara kerja manajemen bisnis, menganalisis kekurangan-kekurangan yang ada dalam sistem bisnis, untuk meningkatkan kinerja karyawan, dan mengetahui seberapa efektifkah teknologi yang digunakan.

 

C.     Manfaat Produktivitas

Produktivitas ini selain memiliki tujuan juga mempunyai beberapa manfaat bagi perusahaan, yakni:

       1.       Perusahaan mampu menyelaraskan tujuan ekonomis dan non-ekonomis dengan menetapkan skala prioritas.

       2.       Perusahaan mampu membuat strategi yang baik untuk perbaikan dan peningkatan kualitas produksi.

       3.       Perusahaan mampu meminimalisir kesalahan dalam sistem bisnisnya. Sehingga menjadi lebih produktif.

       4.       Mampu memperbaiki rencana sebelumnya menjadi lebih baik agar tingkat produktivitas menjadi meningkat di masa depan.

       5.       Perusahaan mampu mengambil keputusan denga cepat dan kompetitif untuk berusaha meningkatkan produktivitas secara kontinu.

       6.       Perusahaan juga dapat mengetahui inforamasi terkait nilai produktivitas yang mana dapat dijadikan sebagai ukuran perbandingan dengan kompetitor lain.

       7.       Perusahaan juga mampu menilai keefektifan dan keefisienan sumber dayanya.

       8.       Untuk mempermudah perencanaan agar lebih sistematis.

 

D.     Faktor-Faktor Produktivitas

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas dalam menjalankan sistem bisnis dalam perusahaan, yaitu

     1.     Faktor Manajerial

Faktor ini dapat mempengaruhi tingkat produktivitas dalam kegiatan usaha, sebab segala sektor produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan selalu berkaitan erat dengan sektor manajemen. Apalagi suatu perusahaan dapat dikatakan baik ketika tata kelola manajemennya juga apik. Bayangkan ketika suatu perusahaan anda dalam menjalankan mekanisme bisnisnya tidak dikelola denga baik oleh otoritas. Maka perusahaan itu akan memiliki potensi kesenjangan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada dan terancam pailit. Untuk itu, SDM harus mampu untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, pengawasan secara tepat agar perusahaan mampu mencapi tujuan perusahaan.

     2.     Faktor Personalia

Departemen personalia itu sangat erat hubungannya dengan tingkat produktivatas. Pasalnya, ini berkaitan langsung dengan sumber daya manusia yang turut langsung dalam proses kegiatan bisnis yang dimana SDM adalah faktor penting dalam mensukseskan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perlu kita menganalis, meriset, mengavaluasi, dan merevisi kinerja perusahaan setiap waktu agar perusahaan dapat mencari cara yang tepat untuk meningkatkan etos kerja karyawan. Tentu, kepuasaan karyawan dan kenyamanan terhadap lingkungan kerja dapat berdampak pada tingkat kinerja perusahaan. Semakin berkualitas kemampuan karyawan yang dimiliki oleh perusahaan. Maka akan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan dari segala sektor lini bisnis.

     3.     Faktor Teknologi

Di era industri saat ini, tentu yang menjadi perhatian oleh perusahaan adalah perkembangan teknologi, sebab teknologi sudah mampu mengubah seluruh sistem bisnis menjadi lebih modern. Sehingga mampu meningkatkan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga untuk memproduksi barang dengan sangat baik. Terlebih, perusahaan akan mendapatkan profit yang sangat besar jauh dari biaya yang dikorbankan. Maka dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi menuntut seluruh perusahaan harus bersaing mati-matian agar mampu mempertahankan posisinya dalam percaturan pasar agar tidak tersingkir dalam dunia persainga pasar.

     4.     Faktor Pemerintah

Tingkat produktivitas perusahaan juga bisa dipengaruhi oleh pemerintah yang mana melalui kebijakan dan regulasi yang akan membuat aktivitas perusahaan menjadi tunduk dan mengikuti peraturan  yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pemerintah dalam mengambil keputusan kebijaksanaan harus benar-benar memperhatikan dampak positif dan negatif yang akan berdampak pada perusahaan.

     5.     Faktor Pesaing

Faktor ini tentu akan berdampak besar pada tingkat aktivitas usaha. Karena semakin banyak kompetitor maka akan mengakibatkan akan terganggunya stabilitas aktivitas perusahaan lain. Dengan demikian, perusahaan harus bisa melakukan berbagai kreativitas, inovasi, dan diferensiasi dari seluruh divisi agar mampu bersaing dan bisa meningkatkan, dan menjaga produktivitas perusahaan secara efektif dan maju.

     6.     Faktor Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Selain faktor yang diatas, ada juga faktor yang sangat mempengaruhi kinerja produktivitas suatu perusahaan, yakni faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Dimana ketika ekonomi suatu negara baik secara otomatis, akan berdampak pada permintaan konsumen yang pastinya berpengaruh terhadap tingkat produktivitasnya. Sebaliknya, saat pertumbuhan ekonomi resesi tidak akan menutup kemungkinan produksi barang dan jasa  menjadi lesu. Selain itu juga ada faktor sosial yang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan. Karena aktivitas bisnis tidak akan mungkin lepas dari hubungan antara manusia satu denga yang lain. Sehingga perusahaan harus bisa menjaga citra perusahaan di lingkungan masyarakat dan yang terakhir dari segi budaya yang  dimana juga memiliki dampak dalam produktivitas perusahaan, sebab barang yang dijual oleh perusahaan harus memperhatikan budaya setempat agar masyarakat nyaman dan puas terhadap produk tersebut. Maka perusahaan dalam menjalankan bisnisnya harus mengamati budaya lingkungan tersebut secara seksama agar produk yang dipasarkan mampu diterima oleh masyarakat dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

E.         Pengukuran Produktivitas

Pada umumnya, pengukuran produktivitas perusahaan itu dilakukan terhadap seluruh sektor departemen yang terkait dalam kegiatan bisnis melalui manajemen perusahaan. Saya ambil contoh pengukuran produktivatas karyawan, mereka salah satu variabel penting di dalam perusahaan untuk mencapai keberhasilan tujuan perusahaan. Untuk itu, pihak manajemen tertentu harus melakukan pengukuran tingkat kinerja karyawan agar pihak manajerial bisa mengetahui seberapa jauh kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut dalam menjalankan operasional perusahaan. Prestasi karyawan bisa meningkat saat perusahaan mampu memperhatikan dan memenuhi apa yang dibutuhkan oleh karyawan, seperti lingkungan kerja kondusif, hubungan atasan dan bawahan yang baik, karyawan diberikan fasilitas yang lengkap, dijamin keamanan dalam bekerja , dan diberikan upah dan insentif sesuai kinerja mereka. Sehingga itu akan memberikan motivasi karyawan untuk menampilkan peforma kerjanya secara maksimal yang secara langsung akan mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan.

F.     Cara Menghitung Produktivitas

Produktivitas perusahaan bisa diukur dengan rumus matematis dengan melihat perbandingan rasio antara output dan input, yakni

 

Studi Kasus

Pt. Bakeri Indonesia biasanya dalam memroduksi roti menggunakan bahan dasar tepung sebanyak 350 Kg yang mampu menghasilkan 130 roti/bungkus pada bulan pertama. Sedangkan Bulan kedua perusahaan tersebut tetap menggunakan tepung sebanyak 350 Kg dengan output 150 Roti/ bungkus yang dimana telah terjadinya peningkatan produksi. Teorinya semakin perusahaan mampu mengelola sumber daya secara efektif. Maka perusahaan tersebut produktivitasnya patut diperhitungkan.

 

·     Produktivitas Bulan Pertama

Tingkat Produktivitas 

= 130 Roti/350 Kg

= 37 %

·     Produktivitas Bulan Kedu

    Tingkat Produktivitas 

    = Output/Input

    = 150 Roti/

   = 43 %

Studi kasus di atas menggambarkan bahwa PT. Bakeri Indonesia mampu meningkatkan produktivitasnya yang awalnya 37% meningkat menjadi 43% dengan input yang sama. Sehingga inilah yang disebut produktivitas dalam kinerja perusahaan.

 

G.     Kesimpulan

Produktivitas adalah instrumen yang digunakan oleh perusahaan untuk mengukur tingkat produktif suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat efektivitas da efisiensi perusahaan dalam proses aktivitas bisnis. Untuk itu, konsep ini sangat penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi perbandingan rasio tingkat produktivitas pada periode tertentu.


           Blitar, 30 Maret 2021

           Penulis: Hendri Budi Santoso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR

TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KAB. BLITAR Instansi di sektor jasa dalam operasionalnya selalu memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penerima layanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk indikator untuk memastikan pelayanan yang diberikan susuai SOP. Kualitas pelayanan merupakan suatu ukuran tingkat pelayanan yang mampu diberikan sesuai harapan masyarakat (Marianus, dkk, 2022). Apalagi instansi   yang cakupannya dalam pelayanan publik tentu wajib memperhatikan kepuasaan masyarakat. Menurut Kotler (dalam Febrianto, 2023) kepuasan masyarakat adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul dalam diri seseorang atas persepsi yang terbentuk dari perbandingan hasil kinerja dengan harapan yang diinginkan sebelumnya.     Kepuasaan masyarakat sendiri bagian dari output keberhasilan isntansi dalam memberikan pelayanan kepada publik maka perlu penerapan excellent service perihal pelaksanaan pelayanan prima. P...

PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025

  PROBLEMATIKA MANAJERIAL SPPG DAPUR YAYASAN MUTIARA BINTANG SINERGI KAB. BLITAR YANG BERIMPLIKASI PADA KETIDAKEFEKTIFAN OPERASIONAL AWAL LOUNCHING DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS 2025 Program makan bergizi gratis (MBG) adalah program strategis nasional yang dicanangkan oleh presiden RI ke 8 yang bertujuan untuk meningkatkan SDM   para generasi muda dengan   memperbaiki gizi anak dan ibu hamil dengan harapan generasi bangsa bisa lebih cerdas, produktif dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik melalui kontribusi pelaku UMKM dan peningkatan lapangan kerja. Program ini terbilang bagus, sebab ini bagian respon langsung terhadap berbagai tantangan nutrisi bagi anak-anak dan remaja yang kekurangan gizi. Berdasarkan data survey Status Gizi   Indonesia (SSGI) yang mencatat adanya penurunan stunting nasional dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8 % pada 2024. Meski ada penurunan pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stanting nasional menjadi 14,2 % pa...

FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

  FITUR LIVE SHOPEE STREAMING MENJADI STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN MULAI PULUHAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH Sekarang ini pemasaran online bukan lagi menjadi hal asing bagi masyarakat Indonesia terkhusus untuk pengusaha yang berskala mikro, kecil, menengah dan besar yang bersama-sama berupaya untuk memanfaatkan media digital sebagai instrumen untuk mengaplikasikan strategi pemasaran baru yang memiliki banyak peluang untuk memperluas dan menguasai pasar lokal dan dunia. Pemasaran online sendiri sudah tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan sosial dimana hampir seluruh masyarakat indonesia menggunakan media digital sebagai media efektif untuk melakukan penjualan dan pembelian berbagai jenis barang mulai baju, furniture, elektronik, makanan, minuman dan sebagainya. Adanya trend permintaan yang tinggi terhadap pembelian secara online tentu bisa menjadi cara   untuk meningkatkan omset penjualan. Adapun pemasaran online yang sering digunakan oleh para pembi...